Setelah Bel rumahku berbunyi, suara ketukan pintu menyusul. Aku berjalan menghampiri untuk membukakan pintu. “Hai, selamat pagi!” Sapa Andri. Ia memakai kemeja warna putih dengan celana jeans berwarna cream dan sepatu putihnya. “Hai! Ada apa nih, tumben kamu rapi banget?” “Aku kan memang selalu rapi.” Ia tersenyum ke arahku. “Iya, sih, haha.” Tawaku. “Cepat mandi, aku mau ajak kamu ke suatu tempat.” “Sekarang?” “Ya iya dong, Aileen.” Dicubitnya hidungku dengan gemas. “Ayo masuk, tunggu di dalam.” Ku biarkan ia bermain bersama Cila di ruang tengah, sementara aku bergegas naik ke atas untuk mandi. Setelah hampir satu jam selesai mandi dan dandan. Aku turun ke bawah untuk kembali menghampirinya. Matanya menatapku dengan indah saat aku berjalan ke arahnya. Mengenak

