Kami telah sampai di depan gerbang rumahku. Aku langsung turun tanpa mencoba untuk mengucapkan sepatah kata pun kepadanya. “Nyn.” Ia menarik tanganku ketika aku hendak keluar. “Aku minta maaf. Aku gak mampu gantiin posisi Aldy di hati kamu. Tapi aku masih terus berharap, kalau kamu akan berubah pikiran dan mau menerima cincin ini. Ini cincin pilihan Mama, sebelum memberanikan diri untuk melamar kamu, aku minta bantuan ke Mama. Wajahnya begitu senang sewaktu mendengarnya, apalagi saat ia menemani aku membeli cincin ini untuk kamu.” Ekspresinya terlihat begitu sedih dan kecewa. “Andai aja hati aku bisa dipaksa, Ndri. Tapi sayangnya, semakin aku mencoba untuk memaksa, yang aku dapati cuma ketersiksaan. Meski aku gak siap ngebayangin wajah Mama kamu saat nanti kamu pulang dan dia liha

