Leo memandang langit dengan tatapan kosong. Pagi ini, suasana begitu dingin. Bahkan tadi malam, sempat turun hujan. Seolah mengetahui kesedihan hati lelaki itu. Mata lelaki itu menghitam. Istilah yang tepat untuk menyebutnya adalah mata panda. Sekarang, dia sudah mirip dengan hewan yang menggemari bambu hijau. Mengembuskan napas kuat-kuat. Menimbulkan uap di sekitar bibir. Bahu Leo disenggol seseorang. Lelaki itu pun menoleh. Menemukan Lei yang menyodorkan segelas cokelat hangat. Memaksakan diri untuk tersenyum. Kemudian, menyambut minuman itu dari tangan Lei. Tak lupa untuk berterimakasih. "Kau masih belum percaya?" tanya Lei, membuka percakapan. Leo meneguk coklat hangatnya. Kemudian, menikmati cairan yang membanjiri kerongkongan. Minuman ini sangat cocok diminum saat udara dingin.

