Karena Mas Aji melarangku masak untuk makanan kami, konsekuensinya dia pulang saat jam kana siang untuk mengantar makanan untukku. Saat masih di kantor dia sudah bertanya aku ingin makan apa, aku jawab aku ingin makan yang berkuah-kuah. “Bakso mau?” “Ga mau,” jawabku. “Kan mulai rewel,” cibir Mas Aji. “Kan ditanya mau apa ga? Ya dijawab, aku ga mau,” kataku sambil merengut. “Ya kalau ga mau ditanya buruan bilang kamu mau makan apa?” “Mau pangsit rebus Mas,” kataku akhirnya. “Iya, aku bawain pulang habis ini, jangan bandel kalau di rumah,” katanya. Aku mulai jenuh dengan tempat tidur, aku bangkit dan menggerakkan kakiku meski terasa ngilu. Berjalan ke ruang tengah mencoba mengabaikan foto yang masih tersandar tanpa kaca. Foto itu tak lagi mengingatkan aku pada pernikahanku, tapi le

