Sepasang Tatapan Mata

1409 Kata

Matahari belum lagi menerobos jendela kamar saat aku memindahkan tangan mas Aji dari tubuhku. Pagi memang menjelang, namun malam nampaknya enggan hengkang. Aku bangun lalu melakukan semuanya lebih cepat dari biasanya. Kata Mas Aji hari ini dia akan mengantarku ke kantor temannya yang lagi butuh staf humas. Kami sudah melewati diskusi teramat panjang ketika harus mengambil keputusan sebaiknya aku tetap bekerja. Mas Aji tidak sedang mempersoalkan gaji, tapi Mas Aji melihatku sebagai seseorang yang terbiasa terlibat pekerjaan kantor lagipula dulu Papa Mama menyekolahkan sampai perguruan tinggi juga dengan harapan putri semata wayangnya bisa mendapat pekerjaan yang layak. Maka ketika dia menyanggupi akan tidak mempermasalahkan rumah yang sedikit berantakan, anak yang mungkin tertunda, masakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN