Karena hampir semalaman aku kesulitan untuk tidur, aku bangun kesiangan. Mas Aji bahkan sudah bangun lebih dulu. Untung saja kami hanya tinggal berdua, sehingga tak ada keharusan membuat sarapan atau mencuci baju jika memang sudah kesiangan. Dan yang terpenting ketika kami bangun kesiangan, tidak ada yang harus kami segani di rumah ini. Kami berdua saling berebut membuka lemari karena letak baju yang ada di lemari sama namun di tingkat yang berbeda. Saat aku berusaha menutup, Mas Aji justru membuka untuk mencari pakaiannya. hingga kepalaku terbentur pintu lemari. "Hati-hati napa Mas?" ku usap-usap dahiku yang terasa agak panas. "Maaf, kamu geser dikit donk aku mau cari dasiku yang biru." Aku berdiri lalu menarik tangannya hingga dia menjauh dari sisi lemari. Kududukkan suamiku di temp

