Aku tak tahu bahkan tak menyadari jika yang kukatakan akan teramat menyakiti Intan. Gadis itu tak menoleh padaku sedikitpun. Bahkan pekerjaannya dia mintakan temannya utk menghadap padaku. Padahal aku hanya sepuluh langkah dari mejaku. Aku memahami hatinya, akupun pernah begtu mencintai seseorang hingga tak peduli kehidupanku selanjutnya. Aku kembali menekuni pekerjaanku hingga handphoneku berbunyi. "Bisa kita bertemu Na?" Yogi menghubungiku melalui whatsapp "Bisa, di manana?" "Nanti aku share lokasi." "Oke, aku keluar pukul lima sore" Waktu yang kujanjikan itu akan datang dua jam lagi. Aku kembali memeriksa deadline hari ini sambil sesekali melirik Intan. Apakah dia mengadukan aku pada kakaknya? Lalu apa yang akan dikatakan kakaknya padaku? Tetiba jantungku berdebar dua kali lebih ce

