Hal baru.

1046 Kata
Anjani mengerjap kan matanya yang terasa silau karena sinar matahari yang masuk lewat celah jendela. Dia menoleh kesamping dan ternyata kosong . Bara sudah bangun ternyata. "Jam berapa ini?" ucap nya dengan mengeliat kan badannya. "ASTAGA" kaget nya melihat jam yang ternyata sudah jam sebelas. Dia bergegas pergi ke kamar mandi. Ini pasti gara-gara semalam tidak bisa tidur. Belum lagi badannya yang terasa sangat lelah. Setelah beberapa menit akhirnya dia selesai dan kemudian mengganti bajunya. Tok...tok... Pintu kamar tidur Anjani di ketuk dari luar. Anjani buru-buru membuka pintu kamarnya. "Permisi nyonya" sapa seorang wanita paruh baya. "Iya...." Saut Anjani. "Perkenalakan saya Mbok Jum yang bantu-bantu disini" ucap nya sopan. "Saya mau membersihkan kamar nyonya" ucap Mbok Jum. "Nggak usah mbok nanti biar Jani aja yang bersihin" tolak Anjani. "Jangan ini kan tugas saya mendingan nyonya makan saja dibawah sudah saya siapkan" ucap Mbok Jum tidak enak kalau harus majikan nya membersihkan kamarnya sendiri. Anjani mengangguk tapi sebelum pergi dia ingin menanyakan keberadaan Bara terlebih dulu. "Mmm Mbok, Mas Bara dimana ya...?" Tanya Anjani. "Tuan Bara sudah berangkat kerja dari tadi pagi jam delapan" Anjani ber oh ria, ya pastilah Bara sudah berangkat kerja, Anjani bangun saja sudah sangat siang. Dia sebagai istri baru saja bangun, kan harus nya dia yang mengurus keperluan Bara. Menyiapkan sarapan, baju kerja dan lain nya. Tapi yasudah lah anggap saja ini sebagai pelajaran. Hari sudah jam enam sore. Anjani tengah duduk diruang tv. Untuk menunggu Bara pulang, tadi dia sudah tanya ke Mbok Jum biasanya Bara pulang jam berapa, tapi Mbok Mum bilang tidak menentu. Jadi Anjani memutuskan untuk menunggu Bara saja. Dan seharian ini Anjani hanya mengelilingi rumah ini dan membantu Mbok Jum sedikit-sedikit, dia juga membantu memasak makan malam tadi. Anjani mendengar suara mobil, Itu pasti mobil Bara dia bergegas menuju ke depan. Ternyata benar dia melihat suaminya turun dan berjalan kearah nya. Dengan wajah datar. Anjani tersenyum kearah Bara namun Bara hanya melewatinya begitu saja. Dia pun bergegas menyusul Bara saat sudah disamping pria itu. Anjani langsung meraih tangan Bara dan memyalami nya. Bara hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan jalan lagi menuju kamar mereka. Anjani tetap mengikuti bara sampai dikamar. "Aku siapin air panas dulu" dia pun berlalu ke kamar mandi. "Berperan sebagai istri yang baik huh" ucap Bara dengan menyeringai sinis. Anjani pun menghentikan langkah nya dan membalikan badan. "Aku hanya menjalan kan tugas ku" ucap nya. "Ku harap kau tak mengharap lebih dari pernikahan ini" ujar Bara dengan berjalan meninggal kan anjani. Anjani menarik napas berat dan tersenyum getir. Dia harus tau posisi nya itu saja. Dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk melanjutkan kegiatanya. Selang berapa menit dia pun keluar dari sana. "Air nya sudah siap" ucap nya yang melihat Bara sedang asik dengan telpon nya. Namun pria itu sudah membuka bajunya dan hanya memakai celana pendek saja. Bara mengambil handuk dan berajalan ke kamar mandi melewati Anjani begitu saja. Anjani berusaha tak peduli dengan sifat Bara bukan kah dia memang begitu. Jadi tak usah diambil pusing. Dari dulu Anjani kan sudah tau, kalau sifat Bara itu memang dingin dan acuh. Anjani berjalan keranjang untuk mengambil baju kotor dan menaruh nya di tempat cucian. Sebaik nya dia pergi ke bawah untuk menyiapkan makan malam mereka. " malam Mbok..." sapanya saat tiba di ruang makan, dan melihat Mbok Jum yang berada disana. "Malam nyonya ini makanan nya sudah mbok siap kan" ucap Mbok Jum dengan tersenyum. "Ya mbok makasih ya... aku tinggal tunggu Mas Bara turun" ucap Anjani dengan senang. Anjani sudah tidak sabar ingin makan malam. Namun raut wajah Mbok Jum jadi berubah setelah mendengar ucapanya. "Emmmm tuan biasa nya makan malan nya tidak tentu nyonya, jadi biasanya saya tidak pernah menyiap kan makanan seperti ini, dan tuan juga jarang makan disini biasanya kalau mau makan dia minta antar ke kamar saja." Jelas Mbok Jum. "Jadi lebih baik nyonya makan saja duluan, kalau nunggu tuan nanti lama kadang malah nggak makan" lanjut Mbok Jum dengan tersenyum. "Oh gitu ya Mbok... yaudah kalau gitu Jani aja yang ngantar makanan nya ke atas " ucap Anjani. Anjani pun mulai mengambil makanan untuk Bara. "Tapi nyonya nggak makan dulu" "Ah nggak Mbok, Jani nanti aja makannya, Anjani ke atas dulu ya Mbok..." Anjani pun berjalan ke atas menuju kamar nya dengan membawa nampan berisi makanan. Saat membuka pintu kamar, ternyata Bara sudah tidak ada di dalam kamar. "Apa mungkin di ruang kerjanya" guman Anjani. Dia pun berjalan ke ruang kerja Bara yang ada di sebelah kamar ini. Ah ternyata benar Bara sedang ada disana. Pria itu terlihat sedang mengerja kan sesuatu di laptop nya. Dengan baju yang sudah di ganti dia memakai baju yang Anjani siap kan tadi. "Apa kau tak belajar sopan santun" ujar Bara sinis, tanpa melihat anjani. Anjani sembarangan masuk ke ruang kerjanya. Tanpa ketuk pintu lebih dulu. "Oh maaf aku hanya ingin mengantar makanan untuk mu" ucap Anjani karena memang dia yang salah tak mengetuk pintu tetlebih dahulu. Anjani meletakan makanan yang dia bawa diatas meja tepat di depan Bara. Kemudian dia duduk dikursi yang berhadapan dengan Bara. Anjani akan menunggu hingga suaminya selesai makan. Walaupun dia tidak mengingin kan pernikahan ini, tapi tetap saja dia akan mempertahan kan nya dan berusaha menjadi istri yang baik untuk Bara. Karena dia hanya ingin menikah sekali seumur hidupnya. Sudah beberapa menit berlalu namun Bara tak kunjung menyentuh makanan nya. Apa sepenting itu pekerjaan nya . Padahal baru pulang kerja tapi dirumah masih kerja lagi. Wajar saja kalau dia kaya kalau kerjanya seperti ini. Anjani pun mulai jengah kalau begini sampai besok juga tidak akan dimakan oleh Bara. Dia pun menarik kursinya dan duduk disebelah Bara. Mengambil makanan yang dia bawa dan mulai menyendokan makanan untuk disuapi ke Bara. Dia menyodorkan sendok yang ada makanan nya ke depan bibir Bara dan akhirnya pria itu mengangkat wajahnya. "Makan lah... biar aku suapi" ujar Anjani. Bara menaikan alis nya seolah bertanya apa yang kau lakukan. "Apa! mau mengatakan aku sedang belajar menjadi istri yang baik, ya memang tapi bukan belajar karena aku memang istri yang baik" sela Anjani, lebih baik dia berkata duluan dari pada harus mendengar ucapan Bara yang sinis untuk nya. Bara mendengus dan melanjutkan pekerjaan nya. Namun dia tetap menerima suapan anjani. Anjani pun tersenyum senang dan dia terus menyuapi bara hingga makanan nya habis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN