Part 29

2503 Kata
“Kenapa? Lo gak suka ya gue nginap di rumah pacar lo?” tanya Ana Zanna menggeleng kuat. “Enggak kok. Gue gak apa-apa. Lagian lo sama Steve kan udah bersahabat dari kecil. Gue rasanya gak ada hak larang lo nginap di sini” jelas Zanna “Oh baguslah, gue kira lo bakalan cemburu atau ngambek gitu” ucap Ana “Enggak kok, lo tenang aja” balas Zanna Zanna bernafas lega saat melihat Steve akhirnya datang. Zanna segera berlari ke arah Steve. “Steve, mama kamu mana?” tanya Zanna “Mama kayaknya udah pergi ikut ke kantor cabang sama papa” jawab Steve Zanna ber-oh sambil mengangguk paham. “Kamu kenal dia kan?” tanya Steve menunjuk Ana Zanna mengangguk. “Oke, jadi aku gak perlu perkenalkan ulang” ujar Steve ‘Duh canggung banget’ batin Zanna sambil melirik sekilas ke arah Ana yang ternyata dari tadi memperhatikan dirinya ‘Dia ngapain sih lihat gue mulu?’ batin Zanna merasa risih Ponsel Zanna berdering tanda ada panggilan masuk. ‘Syukurlah, Aleeza hubungi gue’ batin Zanna lega “Gue jawab telepon teman gue dulu ya” izin Zanna Ana mengangguk. “Steve aku jawab ini dulu ya?” izin Zanna “Iya” jawab Steve Zanna pergi menjauh dari Steve dan Ana. “Tuh lihat! Lo gak curiga dia nelepon kayak gitu? Kenapa mesti menjauh? Jangan-jangan ada yang dia sembunyikan” ungkap Ana “Jangan ngomong gitu! Lo seakan-akan mau buat gue jadi orang yang sering curiga ke dia” tegur Steve Ana hanya diam, tidak menanggapi lebih. “Dulu lo gak kayak gini deh, pengaruh dari sana besar banget ya?” tanya Steve Ana terdiam. “Maaf Steve, gue janji gak gitu lagi” ucap Ana “Gue kayak gini gara gue gak mau lo balik sama orang yang nyakitin lo” sambung Ana “Udah, lo gak perlu khawatir sama gue” ujar Steve Ana hanya bisa mengangguk. “Satu lagi, jangan tatap Zanna segitunya. Dia risih lo tatap kayak gitu” pinta Steve “Iya-iya” balas Ana ******** “Halo” sapa Zanna “Halo, Zan” sapa Aleeza balik “Untung aja lo hubungi gue” ucap Zanna “Loh kenapa?” tanya Aleeza “Nanti deh gue ceritakan” jawab Zanna “Ada apa hubungi gue?” tanya Zanna “Gue pengen ke rumah lo mau cerita” jawab Aleeza “Gue lagi di rumah Steve” balas Zanna “Oh gitu ya” ucap Aleeza “Gue pulang aja deh, lagian disini canggung” balas Zanna “Lo langsung aja ke rumah gue ya” sambung Zanna “Oke” balas Aleeza Zanna memutuskan panggilan tersebut dan kembali masuk untuk menemui Steve. “Steve!” panggil Zanna Steve yang mendengar panggilan Zanna langsung menoleh ke belakang. “Kenapa?” tanya Steve “Aku pamit pulang ya” jawab Zanna “Loh kok cepat banget?” tanya Steve “Teman aku ada yang mau datang ke rumah” jawab Zanna “Kalau gitu, aku ikut ke rumah kamu” ujar Steve “Gak perlu, sayang. Aleeza mau curhat, nanti malah gak jadi karena segan sama kamu” tolak Zanna “Kalau gitu aku antar pulang” ucap Steve “Oke” balas Zanna “Ana, gue mau antar Zanna pulang dulu ya” pamit Steve Ana hanya bisa menanggapi dengan anggukan. “Ayo!” ajak Steve Zanna mengangguk dan Steve pun akhirnya mengantar Zanna pulang ke rumah. ******* “Kalau gitu aku pulang ya” pamit Steve “Iya, hati-hati” ucap Zanna Steve mengangguk dan segera melajukan mobilnya pergi. Zanna masuk ke dalam rumahnya dan terkejut saat menemukan Alvis di rumahnya. “Alvis, lo udah di sini?” tanya Zanna Alvis mengangguk sambil tersenyum. “Sejak kapan? Udah lama?” tanya Zanna “Baru aja, sekitar lima belas menit yang lalu kayaknya” jawab Alvis “Oh gitu” balas Zanna Zanna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ‘Aduh, Aleeza gimana dong? Kalau ada Alvis di sini, pasti dia canggung’ batin Zanna Tok! Tok! Tok! Terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya, Zanna melangkah keluar untuk membuka pintu dan menemukan Aleeza. “Al, ada Alvis di dalam” ungkap Zanna “Kok bisa ada dia?” tanya Aleeza “Waktu gue balik dari rumah Steve, dia udah ada di rumah gue. Kayaknya nyokap gue deh tadi yang bukain pintu untuk dia” jawab Zanna berbisik Aleeza mengangguk paham. “Udahlah, gak apa-apa. Biar kalian makin akrab juga” ucap Zanna “Kalau gitu, gue ceritanya setelah dia pulang aja deh” bisik Aleeza Zanna mengangguk. Zanna dan Aleeza masuk ke dalam rumah dan menemukan Alvis tengah bermain game online di ponselnya. “Eh, Aleeza lo mau ke sini juga ternyata?” tanya Alvis sambil fokus bermain game “Iya” jawab Aleeza “Kebetulan banget ketemu setelah waktu itu di minimarket” ucap Alvis Aleeza hanya diam tidak menanggapi. Zanna melihat keduanya seperti saling berbanding terbalik. Yang satu seperti terlihat biasa saja dan satu lagi terlihat ingin menjauh dari percakapan ataupun interaksi. “Bentar ya, gue ambilin minum sama makanan ringan untuk kalian” pamit Zanna “Zan-“ “Oke” jawab Alvis memotong ucapan Aleeza Zanna segera beralih menuju dapur. ‘Kenapa lo harus ninggalin gue berdua sama dia sih, Zan?’ batin Aleeza kesal “Kenapa?” tanya Alvis secara tiba-tiba “Ha? Apanya?” tanya Aleeza kaget “Gue dengar lo kemarin gak datang kerja ke cafe, tanpa alasan pula. Itu kenapa?” tanya Alvis “Ada urusan” jawab Aleeza berbohong “Urusan apa?” tanya Alvis ‘Kok dia jadi kepo gini’ batin Aleeza “Emangnya gue harus kasih tahu lo ya?” tanya Aleeza Alvis mematikan ponselnya saat sudah selesai memenangkan game itu. Kemudian Alvis menatap Aleeza dengan pandangan serius. “Iyalah! Biar gue tahu harus potong gaji lo apa enggak” jawab Alvis “Kok potong gaji sih?” tanya Aleeza sambil memanyunkan bibirnya Alvis mengulum senyumnya saat melihat ekspresi Aleeza. Alvis kemudian berdehem untuk menetralkan ekspresinya. “Iyalah! Siapa suruh gak masuk kerja tanpa alasan” jawab Alvis Alvis melihat Aleeza yang masih memanyunkan bibirnya. “Ya udah, lain kali jangan gitu. Kali ini gue maafin” ucap Alvis “Serius?” tanya Aleeza Alvis mengangguk. “Terima kasih” ucap Aleeza Lagi-lagi Alvis hanya mengangguk. Aleeza tersenyum senang sambil melihat Alvis. Alvis tertegun sejenak saat melihat Aleeza tersenyum padanya. Kemudian Aleeza beralih pada Zanna yang datang sambil membawa minuman dan makanan. Zanna meletakkan minuman dan makanan itu di atas meja dekat sofa. “Silahkan jika haus dan ingin mengemil” ujar Zanna Alvis dan Aleeza kompak mengangguk. Zanna melihat di anatar keduanya dengan aura yang berbeda dengan yang tadi. Kemudian Zanna menghembuskan nafas lega. ‘Kayaknya ada gunanya tadi gue agak lama di dapur’ batin Zanna Zanna menyenggol pelan siku Aleeza hingga Aleeza menatap Zanna. “Gimana? Udah gak canggung?” tanya Zanna berbisik Aleeza menatap Zanna dengan pandangan jangan mengatakan hal itu karena takut didengar oleh Alvis. Zanna hanya terkekeh pelan menanggapi tatapan Aleeza. ********* Steve tiba di rumah Dean. Ia akhirnya jadi menemani Ana untuk menemui Sam dan Dean. “Boleh masuk?” tanya Ana “Ketuk dululah pintunya” jawab Steve ‘Oh iya’ batin Ana Ana mengetuk pintu rumah Dean hingga sang pemilik rumah keluar. “YA AMPUN UDAH LAMA GAK KETEMU!” seru Dean sambil memeluk Ana Ana kembali memeluk Dean. “Hai!” sapa Sam Ana melambaikan tangannya pada Sam setelah melepaskan pelukannya dengan Dean. “Wah kalian! Padahal gue juga berharap Steve juga kayak kalian pas ketemu gue” ucap Ana “Emang reaksi Steve gimana waktu lihat lo?” tanya Sam “Senang sih dia, tapi gak excited kayak kalian ini” jawab Ana Sam menahan tawanya. “Biasalah, dia lupa kawan” ucap Sam “Mulut lo ya, Sam!” seru Steve Sam tertawa. “Udah-udah, ayo masuk!” ajak Dean Steve dan Ana mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah Dean. Mereka duduk di sofa ruang tamu. “Dean” panggil Ana “Kenapa?” tanya Dean “Kita saling komunikasi tapi kenapa lo gak bilang sama gue kalau Steve mau dijodohin?” tanya Ana “Gue rasa gak sopan kalau gue yang kasih tahu” jawab Dean “Lagian katanya Steve yang mau kasih tahu lo” sambung Dean “Iya, Steve yang lupa” sambung Sam menimpali Ana melirik kea rah Steve yang asik memainkan ponselnya. “Beneran lo yang lupa?” tanya Ana Steve hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya. Ana mengerucutkan bibirnya. “Steve, kita udah lama gak jumpa! Lo excited sedikit untuk main sama gue kenapa sih?” tanya Ana Steve tersadar dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. “Maaf” ucap Steve Ana menghembus nafas pelan. “Jadi lo sampai kapan di Indonesia?” tanya Sam “Kok nada ngomong lo kayak nyuruh gue biar cepat-cepat pulang ya?” tanya Ana balik Sam terkekeh. “Enggak kok, gue cuman nanya” jawab Sam “Kurang tahu sih, kalau bisa gak usah balik ke Amerika” ucap Ana “Kenapa? Di sana gak enak? Gak seru?” tanya Dean “Seru sih, tapi gue juga pengen bareng sama kalian” jawab Ana ‘Pengen bareng sama kami atau sama Steve doang?’ batin Dean sambil menatap Ana dengan intens “Jangan natap gue kayak gitu! Gue tahu kok kalau gue makin cantik” tegur Ana “Iya sih, wajah lo kayak ada bule-bulenya. Tapi kulit lo kok makin agak gelap ya?” tanya Sam “Di sana sering berjemur sama teman-teman gue” jawab Ana “Teman?” tanya Dean Ana mengangguk. Sam berdehem. “Kenalin ke kita dong, jomblo nih!” seru Sam “Oke, nanti gue promosikan lo ke teman-teman gue” balas Ana “Asikk!” seru Sam senang “Dean juga nih sekalian” sambung Sam “Eh enggak, gue gak usah” tolak Dean “Kenapa? Emangnya lo gak mau punya pacar?” tanya Sam “Pokoknya gak perlu!” tegas Dean Ana terkekeh pelan pada Dean dan Sam. Kemudian melirik sekilas Steve yang dari tadi hanya diam. Dean tersenyum pahit saat melihat Ana yang dari tadi selalu memperhatikan Steve. ******* “Kita jadi camping, Zan?” tanya Aleeza “Camping?” tanya Zanna bingung Aleeza menepuk jidatnya pelan. “Kan lo yang kemarin bilang mau camping” jawab Aleeza ‘OH IYA! SEKALIAN PERTEMUKAN ALEEZA DAN STEVE’ batin Zanna berteriak “Udah ingat? Jadi gak?” tanya Aleeza “Biar gue tahu kapan harus ambil cuti di tempat kerja gue, kalau bisa pas gue gak kerja aja jadinya hari cuti gue gak berkurang” sambung Aleeza “Jadi kok, gimana kalau akhir pekan depan?” tanya Zanna “Kelamaan gak sih?” tanya Aleeza “Kalau hari biasa kan lo kerja” jawab Zanna “Hari Rabu ini kan tanggal merah, kita pergi hari itu aja” ucap Aleeza menyarankan “Hari Kamisnya lo gak capek emangnya harus kerja?” tanya Zanna “Kebetulan hari Kamis gue free” jawab Aleeza “Oke deh hari Rabu” ucap Zanna “Mau ngapain hari Rabu?” tanya Alvis yang baru saja kembali dari toilet “Camping” jawab Zanna Alvis mengagguk paham. “Lo mau ikut?” tanya Zanna “Boleh, siapa aja yang ikut?” tanya Alvis “Gue, Aleeza, Amanda, Gianina, Steve dan yang lainnya deh” jawab Zanna “Kayaknya teman-teman Steve bakalan itu deh” sambung Zanna ‘Eh apa berarti Ana bakalan itu? Semoga aja deh udah balik ke Amerika’ batin Zanna “Lo gak bilang sama gue kalau Steve ikut” ucap Aleeza “Ya gak apa-apa dong, Al. Biar kalian akrab lagi— hehee” ucap Zanna Aleeza mendengus kesal. “Lo ikut walaupun ada Steve, Al?” tanya Alvis “Iya, biarin aja deh. Siapa tahu dia rindu mata sinis gue” jawab Aleeza Alvis tersenyum. “Ya udah gue ikut juga” ucap Alvis “Gue ajak teman gue juga deh” sambung Alvis “Ya ampun ramai banget” keluh Zanna “Ya lebih bagus ramai-ramai” ucap Alvis “Ya udah deh gak apa-apa” ucap Zanna Alvis mengangguk. “By the way, nyokap gue mana, Vis? Dari tadi gak nampak” tanya Zanna “Pergi ke rumah teman nyokap lo” jawab Alvis “Gue aja tadi disuruh jaga rumah lo” sambung Alvis “Kayaknya nyokap gue udah ada feeling kalau gue bakalan pulang” ujar Zanna “Kayaknya gitu, lagian gue gak bakalan maling kok, Zan” ucap Alvis Alvis melihat Aleeza menahan tawanya setelah mendengar ucapan ia barusan. “Yang bilang lo bakalan maling siapa?” tanya Aleeza yang sudah menetralkan ekspresinya Alvis tersenyum. “Siapa tahu Zanna curiga gitu kan?” tanya Alvis “Enggak!” bantah Zanna Alvis terkekeh pelan. ******* “Gue masuk ke kamar dulu ya” pamit Steve pada Ana setelah mereka sudah pulang ke rumah Ana hanya bisa mengangguk. Steve melangkah pergi masuk ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Steve segera merebahkan dirinya ke kasur empuk miliknya. Steve lagi-lagi menatap layar ponselnya. Ia menunggu kabar dari Zanna. Steve menghembus nafas kasar, ia bangkit berdiri dan membuka lemari bajunya. Ia akan mengganti bajunya. Baru saja melepas kemejanya, ponsel Steve berdering tanda panggilan masuk. Steve segera mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari Zanna. “Halo” sapa Zanna “Iya” balas Steve “Kamu lagi ngapain?” tanya Zanna “Baru aja mau ganti baju” jawab Steve “Kamu lagi gak pakai baju?” tanya Zanna Steve sontak menatap tubuhnya yang tidak beralas baju dan menampakkan otot kekarnya dengan perut six pack-nya. “Baju doang, kalau celana aku masih pakai” jawab Steve “Kamu ganti baju dulu deh” ucap Zanna “Gak apa-apa, kamu mau ngomong apa?” tanya Steve “Mau ajak kamu camping hari Rabu” jawab Zanna “Kamu bisa gak?” tanya Zanna “Bisa” jawab Steve “Emang kamu gak kerja?” tanya Zanna “Kan tanggal merah” jawab Steve “Oh iya” balas Zanna “Kamisnya gimana? Kamu gak kerja?” tanya Zanna “Udah, kamu tenang aja. Intinya aku bisa” jawab Steve “Oke-oke” balas Zanna “Teman-teman aku ikut” sambung Zanna “Kirain kita berdua doang yang camping” ujar Steve kesal Terdengar bahwa Zanna tertawa. “Ya udah deh terserah, aku ikut aja” ucap Steve lagi “Nanti aku ajak Dean dan Sam” sambung Steve “Oke sayang” balas Zanna “Ana kayaknya kalau tahu bakalan minta ikut juga, gak apa-apa?” tanya Steve “Iya gak apa-apa” jawab Zanna “Alvis ikut?” tanya Steve “Iya, sayang. Dia kan teman aku” jawab Zanna “Oke deh” balas Steve “Oke, aku mau lanjut cerita-cerita sama Aleeza” pamit Zanna “Iya” balas Steve Zanna memutuskan panggilan mereka. Steve hanya bisa menatap layar ponselnya sudah menampilkan layar depan dan setelah itu kembali pada kegiatan selanjutnya yaitu mengganti baju.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN