03 : MENERIMA LAMARAN?

1005 Kata
Saat ini Regan sedang pergi dari kantornya karena neneknya menyuruhnya untuk datang ke suatu tempat yang neneknya beritahukan semalam. Regan pun segera pergi kesana, sebelumnya Regan menolak untuk datang tapi neneknya mengancam kalau ia akan menggantikan posisi Regan dengan orang lain jika tidak menurut. Regan hanya bisa berpasrah dengan apa yang neneknya katakan padanya semalam. Ia tidak punya pilihan lain untuk mempertahankan posisinya saat ini. Saat Regan baru pulang kantor neneknya langsung menghampirinya untuk membicarakan suatu hal yang sepertinya sangat penting. FLASHBACK "Regan nenek ingin mengatakan sesuatu padamu, duduklah." Ucap Almera sambil menepuk tempat duduk kosong disebelahnya. "Apa yang ingin nenek katakan padaku?" Tanya Regan. "Ini mengenai pembicaraan nenek tentang pendamping hidupmu tadi saat di kantor." Ucap Almera. "Aku akan segera mencarinya nek, nenek tenang saja. Aku akan memastikan gadis yang aku pilih adalah gadis baik-baik." Ucap Regan meyakinkan sang nenek. "Kau tidak perlu mencari lagi nak nenek sudah menemukan wanita yang cocok untukmu." Ucap Almera sambil tersenyum kepada Regan. "Jadi nenek sedang menjodohkan ku dengan orang yang tidak ku kenal? Ayolah nek ini jaman modern kenapa masih ada acara perjodohan seperti ini sih?!" Ucap Regan kesal. Neneknya itu ngebet sekali ingin punya menantu. "Nenek tidak perduli dengan semua yang kau katakan, intinya kau harus mau menikah dengan wanita pilihan nenek." Ucap Almera penuh ketegasan. "Tapi nek ini tidak adil aku bisa mencari wanita yang aku inginkan, jadi nenek tidak perlu menjodohkan ku seperti ini!" Ucap Regan membela diri. "Tidak bisa! Keputusan nenek sudah bulat, kau akan menikah dengan wanita pilihan nenek. Lagipula nenek sudah memberikan lamaran pada gadis itu besok kita akan datang kesana dan meminta jawaban gadis itu dan keluarganya jadi kau harus datang." Ucap Almera lalu beranjak pergi dari tempat duduknya meninggalkan Regan. "Tapi nek a.." Ucap Regan terhenti. "Jika kau tidak datang besok, maka nenek pastikan jabatanmu akan nenek cabut dan akan nenek gantikan dengan orang lain." Ucap Almera lalu pergi meninggalkan Regan. "Aishh apa yang harus aku lakukan! Bisa gila aku lama-lama." Gerutu Regan sambil menarik rambutnya karena frustasi. FLASBACK OFF Setelah memikirkan ucapan neneknya semalaman, Regan akhirnya mengambil keputusan kalau dia akan menerima perjodohan ini. Ia tidak mau jika posisinya sebagai CEO di renggut dan diberikan kepada orang lain. Tidak akan! Dengan berat hati Regan akan menerima perjodohan tersebut. Untuk masalah kedepannya ia tidak perduli, yang saat ini ia pedulikan adalah mengamankan terlebih dahulu posisinya sebagai CEO Atmaja Crop. Dan untuk siapa wanita yang akan dijodohkan dengannya Regan tidak perduli, toh dia tidak akan perduli ataupun mencintai wanita itu nantinya. Dia akan menikah sesuai kemauan neneknya katakan agar posisinya aman. Memang Regan terlihat sangat egois disini tanpa memperdulikan bagaimana persaan wanita yang akan ia nikahi nanti. Tetapi Regan punya alasan sendiri mengapa ia melakukan semua ini. Suatu rahasia yang membuatnya kekeh ingin mempertahankan posisinya sampai kapanpun. Setelah beberapa menit berkendara Regan akhirnya sampai di alamat yang neneknya beritahukan. Ia menatap sebuah rumah sederhana namun terlihat sangat nyaman. Lihatlah, ia kira neneknya akan menjodohkan dirinya dari kalangan orang kaya, tapi ternyata dari keluarga biasa-biasa saja. Dengan nafas kasar Regan memencet bel rumah tersebut. Sedangkan didalam rumah tersebut sudah berkumpul keluarga Kanaya dan Almera yang sedang mengobrol dengan ayah dan ibu Kanaya. Ting tong "Kanaya tolong bukakan pintunya." Ucap Anita menyuruh Kanaya yang duduk disampingnya untuk membukakan pintu. "Baik ibu." Balas Kanaya lalu bangkit dari tempat duduknya untuk membukakan pintu. Cklek Kanaya terkejut dengan kedatangan seorang pria tampan dan tinggi yang saat ini ada di hadapannya. Terlihat seperti sebuah tokoh fiksi yang keluar ke dunia nyata." "Eoh, itu dia cucu ku." Ucap Almera membuyarkan lamunan Kanaya yang sedang menikmati ciptaan Tuhan dihadapannya ini. "Kalau begitu silakan masuk." Ucap Kanaya mempersilahkan Regan masuk. Regan diam tidak membalas dan segera duduk disebelah neneknya. Kanaya lalu juga ikut bergabung bersama mereka. "Regan perkenalkan dirimu terlebih dahulu." Suruh Almera kepada Regan. Regan lalu berdiri untuk memperkenalkan diri. "Perkenalkan nama saya Ragn Aditya Atmaja. Kalian bisa panggil saya Regan." Ucap Regan memperkenalkan dirinya. "Kanya perkenalkan dirimu juga." Suruh Anita. " Nama saya Kanaya Zahira Putri" Ucap Kanaya memperkenalkan dirinya lalu duduk kembali. "Baiklah karena dua keluarga sudah berkumpul mari kita awali percakapan mengenai hubungan cucu saya dan putri kalian." Ucap Almera penuh semangat. "Lalu bagaimana jawaban anda Pak Rendi mengenai lamaran saya kepada putri anda, Kanaya." Sambung nenek Regan. "Kami sudah memikirkannya semua keputusan ada ditangan putri kami, jika putri kami setuju maka kami juga akan menyetujuinya." Ucap ayah Kanaya, Rendi. "Kalau begitu bagaimana jawabanmu nak Kanaya? Apa kamu mau menerima lamaran saya untuk cucu saya?" Tanya Almera dengan harapan penuh. Dengan malu-malu Kanaya menjawab. "A-aku menerima lamaran ini." Ucap Kanaya menunduk. "Lalu bagaimana dengan cucumu nyonya, apakah dia menerima pernikahan ini nantinya?" Tanya Anita. Alnera lalu menatap Regan tajam agar Regan mengatakan sesuatu. Regan hanya menghela nafas melihat neneknya yang menatap dirinya seperti itu "Saya sudah menyetujui semua ini dari awal." Ucap Regan sambil tersenyum dengan terpaksa. "Baguslah kalau begitu berarti tidak ada paksaan di kedua belah pihak." Ucap Rendi dengan senyuman yang merekah di bibirnya. Almera dan kedua orang tua Kanaya merasa senang akan hubungan yang tengah berlangsung ini. Namun berbeda dengan Regan ia terlihat tidak perduli dan hanya memasang wajah datarnya setelah mengatakan persetujuannya tadi. Diam-diam Kanaya melirik ke arah Regan, sepertinya ia mulai menyukai pria dihadapannya tersebut. Tetapi Kanaya sama sekali tidak melihat raut wajah senang dari Regan. Kanaya berfikir apakah Regan terpaksa untuk menerima semua ini atau atau karena hal lain yang sedang difikirkan nya. Namun Kanaya segera menepis fikiran buruk tentang Regan tersebut. "Baiklah kami permisi dulu,kita akan membicarakan mengenai langkah selanjutnya dalam hubungan ini." Ucap Almera berpamitan. "Baik nyonya, terimakasih sudah mau menerima putri kami walupun kami berasal dari keluarga yang sangat beda jauh dengan nyonya." Ucap Rendi. "Jangan berkata seperti itu, keluarga kami tidak pernah membedakan kasta jika berhubungan dengan seseorang, kami permisi dulu". Ucap Almera. "Baik nyonya, hati-hati dijalan." Ucap Rendi sambil mengantarkan Almera dan Regan sampai halaman rumah. Di dalam kamarnya Kanaya berharap kalau hubungannya dengan Regan akan berjalan dengan lancar dan bisa menerima satu sama lain. Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk hubungan mereka kedepannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN