Regan sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap sebuah foto kebersamaannya dengan wanita yang ia cintai.
Sudah selama 5 tahun wanita itu menghilang tanpa kabar. Dulu wanita itu mengatakan kalau dia akan menikah dengan Regan setelah ia menjadi seorang CEO yang sukses.
Dan sekarang Regan sudah menuruti keinginan wanita itu, ia berhasil menjadi CEO yang sukses. Tapi 5 tahun ini wanita itu tidak terlihat oleh Regan.
Selama ini Regan selalu mencari keberadaan wanita yang ia cintai tersebut. Tetapi nihil ia tidak menemukannya,wanita itu hilang bak ditelan bumi.
Tapi Regan tidak akan menyerah, ia akan menunggu pujaan hatinya untuk datang dan menagih janjinya.
Flasback on
"Nari aku ingin mengatakan sesuatu." Ucap Regan sambil menatap manik mata kekasihnya itu.
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Nari.
"Narita maukah kau menjadi istriku?" Ucap Regan sambil berlutut di depan Nari.
"Astaga Regan, apa yang kau lakukan, apa saat ini kau sedang melamar ku?" Ucap Nari merasa terkejut dengan ungkapan Regan.
"Iya, aku sedang melamarmu saat ini, jadi apakah kau mau menerima lamaran ku?" Tanya Regan menatap penuh harap kepada Nari.
"Eum, sebenarnya aku mau tapi kau harus sukses dan menjadi CEO dulu baru aku akan menjadi istrimu. Bagiamana, setuju?" Ucap Nari.
"Wah benarkah kau menerimaku saat menjadi CEO nanti aku sangat senang sekali, terimaksih Nari aku mencintaimu." Ucap Regan sambil memeluk Nari dengan erat.
"Astaga, Rey jangan terlalu erat memlukku aku tidak bisa bernafas, lagipula kau harus sukses dulu mengerti." Ucap Nari.
"Baiklah aku akan menjadi orang yang sukses terlebih dahulu setelah itu aku akan datang dan menagih ucapanmu barusan." Ucap Regan merasa sangat senang.
"Ucapanku yang mana?" Goda Nari. Sedangkan Regam merasa kesal karena Nari melupakan perkataan yang ia ucapkan.
"Nari, jangan seperti itu." Rengek Regan.
"Iya iya aku tidak lupa, aku hanya ingin menggodamu saja." Ucap Nari sambil memegang kedua pipi Regan.
Flasback off
Regan yang mengingat hal tersebut pun hanya bisa tersenyum. Ia sangat rindu dengan Nari kekasihnya.
Mereka sudah menjadi sepasang kekasih sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Regan dan Nari memiliki selisih umur satu tahun.
Regan bisa mengenal Nari karena ia menjadi salah satu pembimbing masa pengenalan sekolah dulu.
Sejak pertama bertemu Baru, Regan memiliki ketertarikan pada gadis itu. Lalu mereka bertukar nomor dan akhirnya menjadi sepasang kekasih saat itu.
Mereka terus pergi berkencan untuk menghabisi waktu bersama. Tetapi hubungan mereka sempat ditentang oleh ibu Regan.
Lalu akhirnya ibu Regan luluh karena bujukan Regan. Setelah Regan melamar Nari saat itu ia membawa Nari untuk diperkenalkannya kepada orang tuanya.
Tapi saat itu ibu Regan masih menatap tidak suka kepada Nari, Regan yang mengerti maksud tatapan ibunya pun hanya bisa menggenggam tangan Nari untuk memberinya kekuatan.
Dan setelah kedatangan Nari ke rumahnya ia tidak pernah melihat Nari lagi. Regan merasa bingung dan kalut mencari dimana keberadaan Nari.
Regan benar-benar terpuruk karena Nari meninggalkanya begitu saja saat itu. Tapi karena Regan sangat mencintai Nari ia akan menunggu sampai Nari datang dan memberikan penjelasan padanya kenapa ia meninggalkan dirinya.
•••
Dilain sisi Kanaya sedang bekerja sebuah kedai kopi saat ini. Diumurnya yang baru saja menginjak 24 tahun ia mendaptkan sebuah lamaran yang ia tidak duga sebelumnya.
Kanaya berharap semua berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, Kanaya juga berharap jika pasangannya nanti mau menerima dirinya apa adanya.
Ting
Suara bunyi bel tanda ada orang yang masuk di kedai berhasil membuat Kanaya tersadar dari lamunannya. Kanaya sedikit terkejut karena yang datang adalah Nyonya Almera datang.
"Nenek mau pesan apa?" Tanya Kanaya yang menghampiri Nyonya Almera.
"Aku ingin pesan greentea saja, apakah ada?" Ucap Almera.
"Ada nek, kalau begitu aku akan membuatkannya dulu." Ucap Kanaya lalu pergi. Tidak lama setelah itu Kanaya datang dengan membawa greentea pesanan Nyonya Almera.
"Silakan dinikmati." Ucap Kanaya sambil membungkukan badannya.
"Tunggu nak Kanaya, duduklah sebentar temani nenek untuk minum." Ucap Almera.
"Baik nek." Ucap Kanaya lalu duduk di kursi depan Almera.
"Kanaya setelah kau menikah dengan Regan nanti tolong jaga dia, cucuku itu sangat keras kepala dan angkuh nenek berharap kau bisa sabar untuk menghadapinya nanti." Ucap Almera.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melakukan kewajiban saya nanti, dan saya juga akan berusaha untuk membuat Regan merubah sikapnya menjadi lebih baik sesuai kemauan nenek." Balas Kanaya.
"Terimakasih Kanaya sepertinya aku memang tidak salah memilihmu untuk menjadi menantu di keluargaku, kau sangat baik dan pengertian pasti Regan akan sangat beruntung memilikimu." Ucap Almera yang membuat pipi Kanaya bersemu merah.
"Nenek jangan memujiku seperti itu, aku jadi malu." Ucap Kanaya yang membuat Nyonya Almera tertawa.
"Tapi yang aku katakan memang fakta, eoh iya Kanaya tujuan nenek datang kemari ingin memberi taukanmu kalau besok kau akan fitting baju pengantin dengan Regan." Ucap Almera yang membuat Kanaya terkejut.
"A-apa fitting baju, apakah pernikahannya akan segera dilakukan?" Tanya Kanaya.
"Tadi nenek sudah membicarakan kapan pernikahan kalin dan kami sepakat kalau kalian akan menikah seminggu lagi." Ucap Nyonya Almera yang semakin membuat Kanaya merasa terkejut.
"B-baiklah, tapi apakah Regan mau pergi denganku?" Tanya Kanaya kepada Nyonya Almera sambil menunduk.
"Tentu saja dia mau, nenek akan memberitahukannya nanti jadi besok berdandanlah yang cantik agar Regan jatuh cinta padamu." Ucap Nyonya Almera.
"Baik nek." Ucap Kanaya.
"Kalau begitu nenek pergi dulu untuk menemui Regan, jangan lupa istirahat dan makan yang banyak agar tidak sakit saat hari pernikahan." Ucap Almera.
"Baik nek aku akan menjaga kesehatanku nenek juga harus menjaga kesehatan nenek." Ucap Kanaya.
"Nenek pergi jaga diri baik-baik besok nenek akan menyuruh Regan untuk menjemputmu jadi besok tidak perlu kerja, tadi nenek sudah bilang pada bosmu kalau kau izin besok." Ucap Almera.
"Terimakasih nek." Ucap Kanaya lalu mengantarkan Almera sampai depan cafe.
Saat ini Kanaya merasa senang karena sebentar lagi ia akan menikah. Ia sama sekali tidak menyangka kalau ia akan segera menyandang gelar sebagai seorang istri.
Kanaya tidak sabar untuk bertemu dengan Regan untuk mengenal calon suaminya itu lebih jauh. Siapapun yang melihat Regan untuk pertama kalinya pasti akan langsung jatuh cinta.
Kanaya berharap kalau semuanya akan berjalan dengan lancar besok. Dan semoga saja Regan mau menerima dirinya sepenuh hati.
'Aku akan berusaha membuatmu mencintaiku Regan jika memang benar saat ini kau tidak mencintaiku' batin Kanaya.