Gea tidak terima melihat kakaknya dipukul oleh Aksa. Dendam Gea kepada Aksa pun meningkat. Gea memang sudah tidak suka dengan Aksa semenjak ia tahu Aksa sering jalan berdua dengan Kalla. Gea mengira jika selama ini Aksa yang membuat hubungan Kalla dan Gibran memburuk. Maka dari itu, Gea memunculkan dendam kepada Aksa. Ia sama sekali tidak suka dengan Aksa. Apalagi sekarang, Aksa berani menghantam Gibran di depan Gea. Gea akan semakin membenci Aksa. Bahkan Kalla. Karena Aksa memiliki hubungan dekat dengan Kalla. “Hey!!! Berani beraninya mukulin kakak Gue!” Gea mendorong Aksa. Gea berlari menyebrang jalan, lalu, langsung mendekat ke arah Aksa. Gea mendorong Aksa dengan sekuat tenaga. Untuk melampiaskan kemarahannya karena melihat Gibran dipukuk hingga terjatuh ke tanah. “Gue nggak terima

