Merintis

1062 Kata

Aku langsung memasuki kamar begitu sampai. Merebahkan diri di kasur dan memandang langit-langit kamar. Rasanya sesak ketika Mister X mengatakan menyukai tubuhku. Artinya dia menyentuh karena nafsu saja tanpa ada rasa suka atau lainnya. Aku memang naif, berharap pria itu punya rasa yang sama. Ya, aku menyukai pria itu. Meski hanya sebatas suka, mungkin jika terus bersama, rasa ini akan berkembang menjadi sayang dan cinta. Dasar bodoh. Bisa-bisanya suka pada pria seperti Mister X. Kutarik napas dalam-dalam, berharap sakitnya bisa berkurang. Mulai sekarang, aku tak boleh takluk lagi pada pria itu. Dia hanya memanfaatkan untuk memuaskan hasratnya. Lebih baik aku mandi dan bersiap memulai aktifitas seperti biasa. Laporan keuangan harian sudah menunggu. Beberapa hari aku tidak mengerjakannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN