Mungkin di sini Wajah paling terpukulmu Di antara dinding Yang telah berkerak Seribu kisah hidup di sana Membuat kita Seolah terpenjara waktu yang sirna *** "Hal terberat untukku adalah melihat tangismu karenaku." *** Dalam pertempuran waktu yang masih membuatnya patah, Jihan terpejam menikmati alam bawah sadar. Bersama Umi. Menghadap wanita itu yang memunggunginya. Malam begitu tenang. Berdzikir kepada Allah Ta'ala. Daun-daun bergerak lembut. Angin merangkak pelan dengan santun. Sepasang mata Umi seketika membulat sempurna. Ia terbangun. Sebuah mimpi yang telah membuatnya jadi terganggu begini. Sebuah mimpi yang dianggapnya kejam menampilkan kejadian pembunuhan Abi hingga berulang-ulang. Perlahan sorot mata Umi jadi ketakutan di antara redupnya cahaya kamar. Ia menarik selim

