Sebuah Chat

955 Kata

Apa yang di matamu itu Adalah sosok di mataku Sedang apa hatimu itu Adalah tingkah di jiwaku *** "Jangan menangis, air matamu membuat tanganku renta untuk menghapusnya." *** Detik-detik setelah hilangnya wajah Abi di pandangan keluarga Jihan, membuat langit Gadis itu cenderung lebih mudah muram. Malam-malam ia tertidur dalam tidur yang resah. Dalam tidur yang diiringi air mata. Selain karena Abi, kini Umi membuatnya jadi merasakan surut dari rasa bahagia. Jika lupa untuk terus bersyukur, mungkin ia telah menganggap Tuhan itu tak adil. Memberinya cobaan yang terasa sangat menyulitkan untuk dilalui. Beruntungnya di dalam d**a Gadis itu sebuah iman tumbuh dengan kukuh. Rasa cinta pada Allah tak main-main ia dirikan. Dirawatnya selama ini dengan dzikir, tadarus, salat, mengikuti kajia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN