. Dari aku yang sayang Kau adalah permata Jangan berlinang duka Aku lebih terluka Aku yang sayang Kau jangan tumbang *** "Mungkin kita adalah bagian dari hidup orang lain yang memberi luka. Makanya hari ini hidup kita yang terluka." *** "Tadi yang telfon kamu siapa, Sha?" Wafa melirik ke arah Jihan. Pada sebuah rumah makan lesehan lah kini mereka berada. Tak sekadar bertiga dengan Ibu, tetapi juga telah bersama dengan Hanan dan Yusuf. Datangnya mereka sebagai penghargaan kepada Wafa dan Jihan yang lebih dulu wisuda. Yusuf telah melewati masa sidang juga. Tinggal menunggu hari wisudanya tiba saja. "Nomor asing, Fa. Gak ke-angkat." Dijawab demikian oleh Jihan yang tengah mencomot sedikit gorengan, Wafa mengangguk saja. Jihan masih muram dengan ketidak hadiran Umi dan Abi. Bingun

