Geraldine turun dari ojek online dengan perasaan campur aduk. Kata-kata "Istriku" di koridor kampus tadi masih terngiang-ngingang, membuat telinganya berdenging panas. Dia melangkah menuju pintu rumah Narendra dan mengetuknya dengan sedikit ragu. Tak lama, pintu terbuka. Sosok pria di depannya sukses membuat Geraldine menelan ludah. Narendra muncul hanya mengenakan kaos singlet hitam yang sangat ketat, memperlihatkan otot bisep dan tricepnya yang kekar dan kokoh, dipadukan dengan celana pendek. Geraldine refleks mengangkat alis, biasanya pria itu selalu tampil dengan kaos berlengan, tapi hari ini dia sangat terbuka. Lebih detail lagi, kaos itu tampak lembap oleh keringat, dan napas Narendra terlihat sedikit berat, naik-turun dengan teratur. "Bapak habis olahraga?" tanya Geraldine spon

