Chapter 21. Amarah Sang Komandan

1129 Kata

Cahaya matahari pagi menyelinap di balik gorden kamar yang masih tertutup rapat. Geraldine perlahan membuka mata, merasakan permukaan bed cover yang halus bersentuhan dengan kulit polosnya. Ingatan tentang kejadian semalam — tentang hujan badai, gendongan Narendra, hingga kehangatan luar biasa di bawah selimut ini — menghantam kesadaran gadis itu seketika. Geraldine refleks meraba sisi tempat tidur di sampingnya. Kosong, Narendra sudah tidak ada di sana. Lalu Geraldine bangkit duduk, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan saat itulah aroma harum masakan tercium hingga ke dalam kamar. Wajah gadis itu mendadak panas. Bayangan dia dan Narendra b******u semalam masih terasa begitu nyata. Tanpa membuang waktu, Geraldine segera ke kamar mandi, membersihkan diri secepat kilat, lalu menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN