Lampu jalanan kota berpendar cepat melewati kaca mobil, menciptakan siluet yang menari-nari di wajah Geraldine. Di balik kemudi, Arisa tampak sangat bersemangat, sesekali jemarinya mengetuk setir mengikuti irama lagu house music yang diputar pelan dari head unit mobil miliknya. "Kupikir kamu bakal trauma pergi ke club malam setelah kena grebek polisi waktu itu," ucap Geraldine, matanya melirik jenaka ke arah Arisa yang tampak santai seolah kejadian mencekam beberapa waktu lalu hanyalah angin lalu. Arisa terkekeh. "Aku kan nggak konsumsi narkoba. Ya jadinya nggak trauma lah, santai aja. Anggap yang kemarin itu cuma bumbu pengalaman hidup supaya masa muda kita nggak hambar-hambar banget. Tapi serius deh, kamu kok waktu itu bisa tiba-tiba ngilang gitu, kamu ngilang ke mana? Aku sempat panik

