Aura di area parkir samping Club Neon malam ini terasa mencekam. Udara yang semula pengap oleh dentum musik diskotik, seketika berubah menjadi sunyi yang mematikan. Daren, dengan seringai kemenangan yang menjijikkan, baru saja hendak menyentuh gagang pintu mobil putih mewahnya. Dia sudah membayangkan bagaimana dia akan menaklukkan sang "Ketua" yang selama ini hanya bisa dia pandangi dari jauh. Namun, sebelum jemari pria muda itu menyentuh logam dingin gagang pintu, sebuah bayangan hitam bergerak secepat kilat. Sebuah cengkeraman sekuat baja mendarat di bahu Daren, memaksa dia berbalik, dan dalam hitungan detik, sebuah hantaman telak mendarat di titik lemah tengkuknya. Daren tak sempat mengerang karena tubuhnya meluruh ke aspal seperti karung beras yang tumpah, dia tak sadarkan diri. Soso

