eps 13 really-really love you

5000 Kata
-_ Rafka sedang memandangi ponsel nya. menatap pesan yang di kirim oleh Hani untuknya. ingin sekali membalas pesan Hani. Tapi, Rafka menahannya. siapa yang Hani penasaran padanya. Rafka sedang memikirkan kata kata yang tepat untuk disampaikan pada Hani besok. menyiapkan Lagu untuk dinyanyikan untuk Hani besok. menyatakan perasaannya pada Hani. tiba tiba ponsel Rafka berbunyi. Hani menelpon nya, dia bingung apa harus diangkat atau tidak. ingin sekali mengangkat telepon dari Hani. tapi kata ilham dan Rere dia harus membuat Hani penasaran. baiklah dia membiarkan saja ponsel nya berdering. tak menjawab telpon dari Hani. // "Rafka kok gak angkat telpon dari ku, dia kenapa, lagi ngapain? katanya minta dikabari kalo udah sampe, eehh malah sekarang gak bls pesan ku gk angkat telpon dari ku. bentar bentar baik bentar bentar ngajak berantem nah sekarang ngilang. ahh au ah " gumam Hani pelan " Hani belom tidur? " ucap Sam menghampiri Hani yang sedang duduk di ranjang kamar " ehh belom kak, bentar lagi. em tante amel pulang? " tanya Hani " iya baru aja dianter sama om doni. " jawab Samudera " kakak buruan cari pacar gih, jangan nikah tua tua kayak om doni. Harus nya sudah punya Anak malah baru mau nikah " ucap Hani " huusttt, kamu ngomong nya asal aja. gak boleh ngomong gitu Hani. om doni itu memang fokus di karir nya menjadi dokter. " jawab samudera " iya kak Hani faham, sambil menyelam minum air donk kak ! " ucap Hani " yg namanya jodoh itu memang gak tau kapan datang nya Hani " jawab Sam " ya jangan ditunggu kak, di cari donk! " " kamu masih kecil mana paham gimana pemikiran orang dewasa Hani " ucap Sam " Hani udah gede kak Sam, jangan sampek Hani nikah duluan lohh kak nanti, kakak Harus nikah dulu, cepetan cari calon istri kak! " " kakak aja belom lulus kuliah Hani, cowo wajar lah nikah umur agak tuaan biar mateng " jawab Sam membela diri " ngeles ah kakak ni " ucap Hani " Dah buruan tidur! jangan bangun siang nanti diomelin nenek looh, katanya mau liat matahari terbit di sawah besok pagi " " iya gak akan kesiangan kok kak " Samudera keluar kedepan ruang TV. membuka laptop nya. mencoba mengerjakan beberapa pekerjaan yang bisa ia handle. " Hani bangun, sudah pagi! " terdengar suara nenek yang membangun kan tidur Hani " tapi alarm Hani belom bunyi nek, brrti belom pagi " ucap Hani, sambil menarik selimut nya " alarm kamu sudah bunyi, kamu yang tidak dengar. ayoo bangun! anak perempuan harus bangun pagi pagi. " ucap sang nenek sambil menggoyang goyang badan Hani " aah nenek... " ucap Hani sambil mengucek kcek matanya " buruan bangun lalu mandi ! katanya mau ke sawah ikut nenek " ucap sang nenek " mandi nek? ini dingin loh nek, matahari belom muncul, ini dingin banget nek, beda kalau dirumah Hani " ucap Hani mencari alasan untuk tak mandi karena cuaca sangatlaj dingin " tinggal nyalain shower yang untuk air hangat. alasan aja, ayo buruan mandi. nenek tunggu, kalau lama nenek tinggal aja kamu dirumah " ancam nenek " eehhh jangan jangan nek , iya Hani mandi sekarang " ucap Hani lalu berdiri menuju kamar mandi udara didesa nenek Hani memang dingin, maklum ya area sawah di lereng bukit. jadi lebih dingin dibanding rumah Hani. gak perlu pake AC sudah dingin. Hani sudah siap untuk ke sawah matahari masih belom terbit. Hani menemani sang nenek berjalan pagi ke sawah. berjalan kaki karena masih pagi, sambil olahraga . beberapa tetangga nenek juga banyak yang berjalan jalan pagi. banyak orang juga yang sudah berangkat ke sawah. ada juga yang menuntun sapi dan juga kerbau di bawa ke sungai untuk dimandikan. udara pagi sangat sejuk. Hani duduk di tepi sawah dan sang nenek sedang mengobrol dengan orang yang ada disawah. mengabadikan momen yang nampak di kejauhan matahari mulai memancarkan sinar nya. pemandangan yang sangat indah. menikmati setiap hembusan angin yang menerpa tubuh nya. " klung " ponsel Hani berbunyi tanda pesan masuk. Hani membuka pesan tersebut. " pagi Hani, sudah bangun kan? " isi pesan dari Rangga Hani tampak kecewa, karena dia pikir Rafka yang mengirimi nya pesan. " pagi Rangga, sudah donk " balas Hani " lagi Apa Hani? " tanya Rangga " lagi iku nenek ke sawah " balas Hani " pagi pagi dah ke sawah, rajin amat. emang di sawah loe ngapain? " " cukup menemani nenek dan menikmati suasana pagi " balas Hani " boleh donk kapan ajakin gue kesana Hani? " tanya Rangga " boleh, kita bareng sama sahabat sahabat ku " jawab Hani " Hani kapan balik kesini? " tanya Rangga " nanti agak siangan balik ke rumah. ada apa emang ngga? " " keluar yuk jalan jalan nanti sore " ucap Rangga " kemana? berdua aja ? " tanya Hani " ya jalan jalan berdua donk " jawab Rangga " gak janji yaa, soalnya Harus izin dulu sama Kak samudera " jawab Hani " gue aja deh yang izin sama Kak Sam, ya mau yaa jalan sama gue? " waktu Hani mau membalas chat Rangga tiba tiba Rere telepon Hani. Hani mengangkat telepon dari Rere. " hallo re " ucap Hani " Hani lagi apa kamu sekarang? " tanya Rere " lagi di sawah nih nemenin nenek, sambil liat pemandangan sawah juga, sejuk banget di sini " jawab Hani "aaa Hani, aku jadi pengen kesana ikut kamu " ucap Rere " ya kapan kapan lah ku ajak kamu, lili dan muka kesini " ucap Hani " baiklah. emm Hani nanti sore an jam 2 aku jemput ya dirumah kamu. kamu pasti dah sampek rumah kan jam segitu? " " ya mungkin, tadi kakak bilang jm 10 otw balik ke rumah sih. tapi emang kamu mau ngajak aku kemana? " tanya Hani " ada dehh. pokoknya suatu tempat yang pasti kamu suka. " jawab Hani " Harus izin kak Sam dulu re yang jelas, " ucap Hani " tenang aja, nanti aku bantu izin kak Sam " ucap Rere " eemm oh iya tadi Rangga juga chat aku ngajakin jalan jalan nanti sore " celetuk Hani " haah Rangga, trus kamu jawab apa? " tanya Rere " ya aku bilang harus izin kak Sam dulu " jawab Hani " trus kamu dah izin kak Sam? " tanya Rere " belum lah re, orang barusan Rangga chat trs kamu menelpon ku " jawab Hani " trus sekarang kamu pilih jalan sama aku atau Rangga? " tanya Rere memastikan keputusan Hani " aku pengen nya sama kamu lah re, kemungkinan besarnya kalau sama kamu pasti dibolehin sama Kak Sam. tapi Rangga gimana donk, dia bilang dia juga akan izin ke kak Sam " jawab Hani " yaudah lah jalan jalan sama gue aja Hani. " ucap Rere " trus gimana aku nolak Rangga nya re? " tanya Hani " ya bilang aja kak Sam gak kasih izin. " jawab Rere " oke deh nanti aku bilang gitu ke Rangga " ucap Hani " yaudah kalau gitu sampai ketemu nanti Hani " " iya re " Rere menutup telepon nya. Dan Hani masih terduduk di pinggir sawah. " Hani ayok pulang! kita sarapan " ucap sang nenek " baik nek " ucap Hani lalu berdiri berjalan pulang bersama nenek matahari sudah penuh menampakkan cahaya nya. sampai dirumah sebelom sarapan Hani menghampiri samudera yang duduk di gazebo bersama om doni. Hani meminta izin pada Sam kalau nanti dia di ajak jalan sama Rere. Sam sebenarnya sudah tau tentang ini tapi dia pura pura nggak tau, dia bahkan sedikit berbasa basi sebelum memberi izin. lalu Hani mengajak om dan kakak nya ke ruang makan untuk sarapan bersama. " wah menu apa sarapan pagi ini nek? " tanya samudera pada nenek nya " urap urap dan ayam panggang " jawab nenek " kebetulan banget dah lama ndak makan urap urap " ucap Sam " ya sudah ayo makan " ucap sang kakek // Rangga sedang menunggu balasan pesan dari Hani. tapi lama Hani tak membalas. ponsel nya berbunyi mika menelpon nya. " Hallo mik " Rangga menjawab telpon " hallo ngga, gimana nanti sore loe jadi ngajak jalan Hani? " tanya mika " tadi gue udah chat ajak dia jalan, tapi katanya dia mau minta izin ke kakak nya dulu. tapi sampai sekarang belom ngasih kabar lagi " jawab Rangga " ya udah sabar aja dulu, siapa tau dia masih sibuk sekarang " ucap mika " emmm mik menurut loe Hani suka diajak jalan Jalan kemana ya? mall atau taman atau ke cafe nongkrong? " tanya Rangga pada mika " Hani nggak terlalu suka ke mall kalau gak lagi pengen makan di foodcourt nya, taman sih oke, cafe bisa aja sih buat nongkrong bareng tapi cari lah yang tempat nya enak " jawab Mika " oke oke gue bakal cari tempat nongkrong yang enak " ucap Rangga " ya udah ya ngga gue tutup dulu telpon nya! " " oke oke " // " Rafka, ayoo sarapan! " ucap sang nenek " iya nek, " jawab Rafka yang sedang mengelap elap gitar nya " dari pagi nenek liat kamu rajin sekali, mencuci motor mengelap gitar, apa lagi habis ini yang akan kamu lakuin? " tanya sang nenek " Rafka mau pergi nek nanti sama ilham " jawab Rafka " kemana? " " ke puncak nek " jawab Rafka " berdua aja? " " ya awal nya berdua nanti juga ketemu temen disana " jawab Rafka " ya udah hati hati " ucap sang nenek " iya nek! " jawab Rafka Rafka sarapan bersama sang nenek. maklum lah hanya tinggal berdua jadi ya sarapan berdua aja. biasa nya hari minggu gini tante Rafka datang kerumah bersama anak nya jadi nenek tidak selalu kesepian. tapi pagi ini mereka belum datang. mungkin agak siangan nanti. // waktu menunjukan pukul 10.00 Hani dan samudera berpamitan untuk pulang. walau hanya semalam nginep dirumah kakek nenek nya Hani sangat lah senang. bisa masak masakan nenek, menghirup udara pagi yang sungguh sejuk serta menikmati suasana di desa tempat kelahiran sang ibu. di perjalanan Hani memutar lagu sambil bernyanyi bersama samudera. di selingi obrolan dan juga candaan. " Hani mau makan dulu? " tanya samudera " makan apa yaa, Hani pengen nyamuk aja deh kak " jawab Hani " mau nyamil apa Hani? " tanya Samudera " beli pentol kuah aja kak, yang ada di taman deket sekolah Hani " jawab Hani " emang ada? ini hari minggu looh " ucap samudera " ada kok kak, bapak nya jualan di taman. kan kalau hari minggu taman malah ramai " jelas Hani " oke " " klung " ponsel Hani berbunyi tanda pesan msuk Hani membuka nya. ya itu dari Rangga. Hani lupa dia belom membalas pesan dari Rangga tadi. dia juga belom mengatakan apa dia bisa jalan sama Rangga atau tidak. " Hani, gimana? udah izin sama kak Sam " isi pesan dari Rangga " eh maaf ya ngga gue lupa. gue ada janji jalan sama rere, jadi maaf gue nggak bisa jalan sama loe " balas Hani " mau kemana sama Rere? " tanya Rangga " gatau juga sih, dia bilang jalan jalan gitu. maaf ya ngga! " jawab Hani " ya udah kalau gitu gak papa, have fun yaa! " balas Rangga " oke " jawab Hani --_ " Hani mau kemana sama Rere berdua aja, kenapa nggak ngajak mika sama lili juga. gue hubungi mika aja deh " gumam Rangga Rangga menelpon mika. tapi tak kunjung di jawab oleh mika. kali ke lima menelpon mika akirnya mika menjawab telpon Rangga. " hallo ngga " jawab mika " kemana aja sih loe mik, gue telpon dari tadi nggak diangkat? " tanya Rangga " sori gue bantu ibuk di toko. ada apa ngga? " " Hani mau jalan jalan sama Rere, loe tau mereka mau kemana? " " ah gue kira Hani bakal jalan sama loe, " ucap mika " tadi barusan dia bales pesan gue, dia bilang dia ada janji sama Rere jadi nggak bisa jalan sama gue " jelas Rangga " gagal donk loe jalan sama Hani " ucap mika " loe cari tau deh mereka mau kemana! " ucap Rangga " ya gue coba chat Rere deh " jawab mika Rangga menutup telpon nya. dan mika juga langsung mengirim chat pada Rere. " Rere, hari minggu gini enak nya kemana yaaa? " mika berasa basi Rere melihat pesan masuk di ponselnya. langsung membalas nya. " gue nanti ada janji jalan sama Hani mik " balas Rere " mau kemana re? gue sama lili nggak di ajak? " balas mika " emm kapan kapan aja yaa kita berempat jalan bareng, soal nya ini buka acara gue jadi gue nggak berani deh ngajak kalian " jawab Rere " acara apa sih re? " mika semakin penasaran " ada lah pokok nya, besok gue ceritain oke " balas Rere " baiklah " jawab mika mika semakin penasaran. ada acara apa sih mereka sampek gak ngasih tau mika sama lili. tapi mika nggak bisa maksa untuk tau. // Hani sedang berada di kamar nya. memilih pakaian yang cocok untuk jalan sama Rere. tapi Hani bingung karena Rere tak memberitahu nya mereka akan pergi kemana. " Hani " suara samudera memanggil Hani " iya kak " Hani berjalan keluar Kamar dan turun ke lantai bawah " kami jadi pergi sama Rere? " tanya samudera " ya jadi donk kak, mungkin Rere udah di jalan " jawab Hani " jangan pulang terlalu malam ya, besok hari senin loo waktunya sekolah " ucap Samudera " iya kak, emm kakak jadi ketemu suami mbk Tri ? " "iya tadi kakak udah telpon mbk Tri dan kata nya dia mau kesini sama suami nya " jawab sam " ya udah Hani siap siap dulu ya kak, nanti kalau Rere datang suruh masuk ke kamar aja! " " iya " jawab sam Hani bergegas mandi dan berganti pakaian. memakai atasan tshirt bewarna abu abu, dipadukan dengan celana semi jeans bewarna hitam dengan sepatu sneakers warna putih. cukup terlihat santai dan agak terlihat tomboy ya. ya Hani memang lebih suka tampil santai dan tidak terlalu feminim. " Hani " suara Rere terdengar memasuki kamar Hani " ehh kamu udah dateng re " ucap Hani " iya, eemmm penampilan dah oke, Hani jangan lupa pake liptint biar terlihat seger " ucap Rere " iya udah kok " jawab Hani " oke yaudah yuk berangkat! " ucap Rere " kita mau kemana sih re ? " tanya Hani " udah yuukk ikut aja, " ucap Rere Hani dan rere berpamitan pada samudera lalu mereka segera berangkat. samudera sedang berbincang dengan mbk Tri dan suami mbk Tri. Hani dan Rere naik mobil Rere bersama pak supir. " Re, kenapa kita ndak ajak lili sama mika sih? " tanya Hani " emm kapan kapan lah kita ajak mereka. sekarang aku mau nunjukin tempat yang bagus padamu Hani. " jawab Rere Rere sedang berkirim pesan dengan ilham. dia mengatakan kalau dia sedang diperjalanan menuju lokasi bersama Hani. ilham dan Rafka sudah sampai di lokasi. lokasi yang dipilih Rafka. tak lupa gitar nya ia bawa. tadi Rafka berangkat berboncengan dengan ilham naik motor Rafka. " nih minum dulu Rafka biar loe gak gugup " ilham menyodorkan minuman iso tonic pada Rafka " thanks " ucap Rafka lalu meminumnya di dalam mobil Rere, Hani memandangi ponsel nya. dia ingin sekali chat Rafka, tapi Takut nggak dibales nanti malah kecewa. kemaren aja ditelpon Hani gak diangkat. " kenapa liatin HP trus Han? " tanya Rere " emm gpp kok " jawab Hani " kok wajah kamu murung sih, kenapa donk crita sama aku! " ucap Rere " emang keliatan yaa aku murung? " " ya iya donk Han, ada apa sih? " tanya Rere " kemarin sepulang sekolah waktu Rafka anter aku ke mobil kak sam dia bilang untuk aku mengabari nya jika sudah sampai di rumah nenek ku. aku agak telat ngabarin Rafka, hari sudah sore aku baru ngasih kabar ke Rafka tapi Rafka ndak bales. bahkan semalem aku sempet telpon juga ndak diangkat. menurut mu Rafka kenapa ya re? " jelas Hani " wah kenapa ya si Rafka, emm apa dia lagi kencan ya semalem kan malam minggu " Rere mencoba membuat Hani semakin panas " Hah kencan " ucap Hani " ya kan semalam malam minggu Han, siap tau dia lagi jalan gitu " ucap Rere sambil menyembunyikan senyum nya " rese banget donk, kalau dia kencan sama orang lain. kenapa juga dia minta gue kabarin. gue juga kenapa Ngabarin dia coba ihh nyesel gue " gerutu Hani " lha kamu kok malah tambah sewot gitu sih gara gara gue ngomong gitu " ucap Rere " au ah bodo amat terserah Rafka mau ngapain toh bukan urusan aku juga. aku juga bukan siapa siapa nya " ucap Hani " ah kayak nya kamu gelisah nih gara gara Rafka gak ada kabar gini " ucap Rere " ih ngapain juga gelisah, gak penting " ucap Hani " udah udah kan itu tadi aku cuma bilang mungkin aja. belom tentu juga iya. kata ilham Rafka jomblo jadi gak mungkin kencan " ucap Rere sedikit menenangkan Hani " ah au ahh " jawab Hani. perjalanan mulai memasuki wilayah pegunungan. Hawa dingin mulai terasa. jalanan yang cukup Ramai karena ini Hari minggu. " loohh ree kita ke puncak " Hani menyadari kalau ini jalan menuju puncak " heheheh iya udah santai aja nikmati aja suasana nya " ucap Rere " oke " Hani berfikir, ini akan mendinginkan fikiran nya. yang tadi berfikir yang aneh aneh tentang Rafka. dia memang sedang gelisah karena Rafka tidak menghubunginya. mobil berhenti di sebuah pintu masuk sebuah tempat wisata bukit. Rere mengajak Hani turun dari mobil. Hani berjalan mengikuti Rere. Rere sudah mengirim pesan pada ilham kalau dirinya dan Hani sudah sampai. Hani mengikuti Rere yang berjalan menuju bukit, Hari sudah mulai sore jadi beberapa pengunjung sudah banyak yang turun dari bukit. Rere trus mempercepat jalannya, Hani mengikuti agak kewalahan, langkah kaki Rere lebih panjang dibanding Hani. " Re tungguin napa, cepet banget jalannya " ucap Hani sedikit ngos ngos an " ayoo Hani semangat jalannya, kamu pasti sudah lama tak berolahraga, baru berjalan sebentar aja sudah ngos ngos an begitu " jawab Rere Rere melihat ada ilham yang bersembunyi dibalik pohon mengisyaratkan sesuatu. Rere melihat Hani yang nampak kelelahan, Hani juga sedikit hilang fokus dan tidak melihat Rere. saat itu Rere langsung bersembunyi agar Hani tak menemukan nya. " ahhh huhhh Re, cepet banget sih jalannya " ucap Rere dengan nafas tak teratur dia melihat arah depan Rere tapi tidak ada didepannya " lah Rere kemana, kok dah ilang, masak aku ditinggalin " gumam Hani Lalu Hani mempercepat Langkahnya agar bisa menyusul Rere. tapi Rere masih belom terlihat. sampai di puncak bukit Hani sendirian Rere pun juga tak ada disana. Hani menatap pemandangan gugusan gunung yang menjulang disebrang bukit tempat nya berdiri. " indah sekali " gumam Hani Hani Tak menyadari Rafka berdiri di belakang nya. membawa gitar dan melantunkan lagu untuk nya. Kau begitu sempurna, dimata ku kau begitu indah Kau membuat diri ku, akan s'lalu memuja mu Disetiap langkah ku, ku 'kan s'lalu memikirkan, diri mu Tak bisa ku bayangkan hidup ku tanpa cinta mu Janganlah kau tinggalkan diri ku Tak 'kan mampu menghadapi semua Hanya bersama mu ku akan bisa Kau adalah darah ku Kau adalah jantung ku Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku Oh sayangku kau begitu Sempurna, sempurna Kau genggam tangan ku, saat diri ku lemah dan terjatuh Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesal ku Janganlah kau tinggalkan diri ku Tak 'kan mampu menghadapi semua Hanya bersama mu ku akan bisa Kau adalah darah ku Kau adalah jantung ku Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku Oh sayangku kau begitu Sempurna, sempurna Janganlah kau tinggalkan diri ku Tak 'kan mampu menghadapi semua Hanya bersama mu ku akan bisa Kau adalah darah ku Kau adalah jantung ku Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku Oh sayangku kau begitu Sempurna, sempurna Kau adalah darah ku Kau adalah jantung ku Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku Oh sayangku kau begitu Sayangku kau begitu Sempurna, sempurna Hani terkaget mendengar suara orang bernyanyi dibelakang nya, dia menoleh dan itu Rafka. di dalam fikiran Hani. apa ini kenapa Rafka tiba tiba disini. Hani menikmati setiap lantunan kata dari lagu yang dinyanyikan Rafka. Rafka bernyanyi begitu dalam sambil menatap Hani. perasaan campur aduk ada dalam Hati Hani. sementara itu rere dan ilham membawa camera. mengabadikan momen tersebut dari kejauhan. tanpa disadari oleh Hani. " Rafka kok kamu ada disini? " tanya Hani pada Rafka yang barusan menyelesaikan lagu nya. " Hanindya, Hari ini aku mau ngomong sesuatu padamu " ucap Rafka " ngomong apa Raf? " jantung Hani bedetak lebih cepat " Hanindya, aku Rafka malik menyukaimu. aku Rafka malik jatuh cinta padamu " ucap Rafka sambil memegang tangan Hani Hani terkejut, tanpa bisa berkata apa apa. dia Hanya menatap Rafka. d**a nya berdebar kencang. dia tak menyangka Rafka disini mengungkapkan perasaan nya. " aku tak akan memaksa mu menerima perasaan ku Hani, Aku hanya ingin kamu tau apa yang aku rasakan " jelas Rafka " emmm Raf, kamu nggak lagi bercanda kan? " tanya Hani mencoba meyakinkan pada diri-Nya sendiri kalau Rafka tak sedang bercanda " aku nggak bercanda Hani. " jawab Rafka " Tapi Rafka... " aku tak apa Hani jika kamu tak menyukai ku. aku hanya ingin kamu mengetahui perasaan ku. jadi jangan terpaksa menerima ku karena kamu tidak enak pada ku " ucap Rafka memotong ucapan Hani Rafka duduk di tepi bukit memandang kearah gunung disebrang. Hani masih berdiri lalu melihat ke arah Rafka. dia tak menyangka Rafka juga menyukai nya. Hani mencoba merangkai kata untuk menyampaikan perasaan nya pada Rafka. Hani duduk di samping Rafka. " Rafka boleh aku berbicara " ucap Hani " tentu " jawab Rafka " Rafka malik, hanindya juga menyukai mu, hanindya juga jatuh cinta padamu " ucap Hani sambil menengadahkan tangannya di depan Rafka. mendengar Hani berkata seperti itu, Rafka menatap Hani. " apa kamu serius Hani? kamu tak sedang merasa tak enak pada ku kan? " tanya Rafka " aku serius Rafka, aku juga suka pada mu. " ucap Hani sambil tersenyum Rafka meletakkan tangan nya diatas telapak tangan Hani. lalu menarik Hani dan memeluknya. Hani terkaget dipeluk oleh Rafka. " trimakasih Hanindya, aku akan berusaha menjaga mu " ucap Rafka Hani hanya mengangguk. Rafka melepaskan pelukan nya. melihat Hani yang tampak Kaku dan malu. " maaf aku memelukmu ! " ucap Rafka " emm its oke Rafka, aku Hanya belum terbiasa " jawab Hani. " lalu apa sekarang kita resmi berpacaran? " tanya Rafka " em iya tentu " ucap Hani sambil tersenyum malu ilham dan Rere berhasil mengabadikan momen tersebut. ya foto candid memang terlihat lebih bagus karena lebih natural. ilham dan Rere meninggalkan Hani dan Rafka berdua. ilham dan Rere turun dari bukit dan akan menunggu Hani dan Rafka di cafe yang ada disana saja. " oh ya Raf tadi aku kesini sama Rere, tapi Rere menghilang " ucap Hani " jangan khawatir, Rere sedang bersama ilham sekarang " jawab Rafka " oh ya, kok kamu tau. waaahhhh ini rencana kalian bertiga? " " maaf, aku memang belum pernah melakukan ini, jadi aku minta bantuan pada rere dan ilham " jelas Rafka " trus semalem kamu gak bales chat dan gak angkat telepon aku? " tanya Hani " itu bagian dari rencana, Rere meminta ku melakukan nya. agar kamu gelisah memikirkan ku. maafkan aku Hani " jawab Rafka " woaahhh woooahhh Rere pintar sekali beraktinh didepan ku " Hani merasa konyol di kerjai Rere di mobil tadi " minum ini supaya kamu tenang " Rafka menyodorkan satu kotak s**u untuk Hani " emmm Rafka, trimakasih " ucap Hani Rafka mengambil ponsel nya yang ada di saku celana. memotret pemandangan yang ada di depannya. dia juga mengarah kan camera HP nya pada Hani yang sedang meminum s**u, memotret Hani dengan pemandangan yang indah. " ahhh Rafka kalau motoin aku yang bagus " ucap Hani " ini bagus " ucap Rafka " sini HP nya kita harus selfi dihari pertama kita pacaran " Hani mengambil HP di tangan Rafka. mengajak Rafka berfoto selfi. " Hani aku nggak pernah foto selfi " ucap Rafka " oh ya, ya udah lah Raf kita coba Aja " ucap Hani Hani melihat ekspresi wajah Rafka yang kaku. tak ada senyum diwajahnya. " Rafka ekspresi nya kok gitu sih, senyum donk! " ucap Hani " gak bisa Hani, aku tak terbiasa " ucap Rafka Lalu Hani memikirkan cara agar mendapat ekpresi wajah Rafka yang bagus untuk selfie. " Rafka " ucap Hani " iya Hanindya " jawab Rafka " I really really love you Rafka malik " ucap Hani Rafka tak melihat pada camera HP tapi terlihat ekspresi wajahnya yang senang mendengar perkataan Hani. Hani langsung mengabadikan momen tersebut. foto selfie berdua tapi yang satunya tak melihat camera. gpp lah . " trimakasih Hanindya, kamu adalah my first love " ucap Rafka " oh yaa? " Hani terkejut " aku sudah bilang padamu kalau aku belum pernah melakukan dan merasakan ini sebelum nnya Hani " ucap Rafka " kamu juga cinta pertama ku Rafka " ucap Hani " jadi ini bener bener pengalaman pertama untuk kita berdua " ucap Rafka " iya, kita harus saling menjaga, saling percaya, tetap jaga komunikasi Raf " ucap Hani " iya Hanindya, aku akan menjaga mu seperti janjiku pada kakakmu " ucap Rafka " kakak ku? kak Sam maksud mu? " tanya Hani " iyaa kak Sam " jawab Rafka " jadi kak Sam juga tau Hal ini? " tanya Hani " iya Hani " jawab Rafka " Hani merasa konyol Raf, seperti merasa dikerjain " ucap Hani " lohh why Hani? aku memang meminta pada kakakmu agar dia tak mengatakan apa pun padamu Hani. aku ingin memberi mu kejutan. " jelas Rafka " baiklah karena Hari ini aku sedang bahagia jadi tak apalah " ucap Hani " sudah mau gelap ayo kita turun dari bukit ini Hani! " ucap Rafka " yukk, eh ini HP kamu. " Hani mengembalikan HP milik Rafka. mereka berjalan berdua turun dari bukit. matahari sebentar lagi akan tenggelam jadi jalan dari bukit juga sudah sepi dari pengunjung. sampai dibawah Rafka mengajak Hani untuk mampir ke cafe ada ilham dan Rere yang sedang menunggu nya Disana. " kirain kita langsung pulang " ucap Hani " ada Rere dan ilham nungguin kita Hani " jawab Rafka ilham melambaikan tangannya pada Rafka yang mencari keberadaan ilham dan Rere didalam cafe tersebut. Rafka melihat ilham lalu mengajak Hani berjalan menuju kursi yang ilham dan Rere tempati. " ciye ciyeee pasangan baru " ucap Rere menggoda Hani dan Rafka " apaan sih re ahh malu nih " ucap Hani sambil duduk di samping Rere " thank's kalian berdua dah bantuin gue " ucap Rafka " ehheerrmmm berarti dah jadian bener nihh? " tanya ilham Hani dan Rafka hanya mengangguk Malu. " ah malu malu. sudah buruan pesen makan Hani, kamu pasti lapar " ucap Rere " kamu mau makan apa Hani? biar aku yang pesenin " tanya Rafka " burger sama coklat hangat ya " ucap Hani " oke " Rafka berdiri untuk memesan makanan. " oh ya Hani nanti kamu pulang sama Rafka aja yaa naik motor " ucap Rere " lah kenapa? kan tadi berangkat bareng kamu re " ucap Hani " gpp lah, aku ingin membuat mu senang Hari ini jadi kamu pulang bareng Rafka aja yaa. ilham akan pulang sama aku " ucap Rere " baiklah " ucap Hani " emm Raf ini foto foto loe tadi di bukit. beneran bagus banget gue ngambilnya " ilham menunjukkan foto Rafka dan Hani yang sudah di transfer ke laptop. " sini gue lihat " ucap Rafka " aku juga mau lihat, jadi dari tadi kalian dari jauh jadi paparazi ya " ucap Hani Rafka meng klik salah satu foto dimana dia sedang memeluk Hani. Hani melihat itu langsung menutup laptop nya. " kenapa ditutup Hani? " tanya ilham " aaa Hani malu, jangan tunjukin yang ini Rafka " ucap Hani sambil menatap Rafka " iya iya aku back " ucap Rafka " alah Hani kenapa malu, orang daritadi aku tuh liat langsung kamu sama Rafka diatas " ucap Rere " ssstttttt udah udah jangan dibahas yaa " ucap Hani " nih bagus nih Raf, aku mengambil ini satu satu asli ini bagus banget jika kalian up bareng di IG ini tuh bakal kelihatan nyambung " ucap ilham sambil menunjukkan foto Hani yang berdiri disamping Rafka dan menatap Rafka. begitu pun juga Rafka yang menatap Hani. ilham mengambil foto tersebut dari belakang. " iyah itu bagus banget, mana waktu nya tepat banget kabut nya lagi bagus " ucap Rere " oke oke, Hani kamu mau foto mu yang ini? " tanya Rafka Pada Hani " boleh, aku akan up segera " ucap Hani " siniin HP kamu, sambungin sama laptop " ucap ilham Hani menyodorkan HP miliknya ke ilham. lalu ilham mentransfer file foto tersebut ke HP Hani. Hani juga langsung up itu di IG miliknya. begitupun juga dengan Rafka. ya hanya mengupload foto masing masing. tak apa lah yaa permulaan. makanan Hani sudah datang. Hani langsung melahap burger miliknya. " Hani apa kamu akan mengatakan tentang kalian berpacaran pada teman teman sekolah? " tanya Rere " entahlah, yang wajib tau adalah sahabat ku " jawab Hani " aku akn mengatakan pada anak sekolah kalau kita berpacaran " ucap Rafka " hah loe yakin Raf? " tanya ilham " agar tak ada yang mendekati Hani lagi " jelas Rafka " tak perlu mengatakannya Rafka, cukup kemana kemana bersama Hani. itu akan membuat anak anak berfikir kalian berpacaran " ucap Rere " bener kata Rere Raf " tambah ilham " kamu akan jadi pusat perhatian jika anak-anak tau kita pacaran. apa kamu tak apa apa? " tanya Hani pada Rafka " its oke Hani " jawab Rafka mereka berempat berbincang bercanda bersama. Rere juga mempunyai foto yang bagus waktu di bukit. ilham juga yang memfoto nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN