eps 12 nginep

5000 Kata
Hani sedang menunggu samudera di depan sekolah nya, dia ditemani oleh Rafka. tak lama samudera datang. " itu kak Sam, aku masuk mobil ya Raf, makasih sudah nemenin ! " ucap Hani "iya udah sana buruan masuk, oh ya jangan lupa yaaa ! " ucap Rafka " jangan lupa apa Raf ? " tanya Hani yang tak tau maksud Rafka " sudah sudah buruan masuk sana, " lalu Rafka tersenyum Hani hanya menatap Rafka, dia masih tak mengerti maksud Rafka. lalu bergerak mendekati mobil dan Rafka membukakan pintu mobil untuk Hani. " ayok Hani buruan masuk ! " " iya Raf, makasih ya ! kamu pulang hati hati " ucap Hani. " baiklah " jawab Rafka " kak sam Hati hati nyetir mobil nya ! " ucap Rafka " iya Raf ! kita pergi duluan ya ! " jawab Samudera samudera melajukan kendaraan nya. menuju rumah kakek nenek nya. di perjalanan Hani meminta samudera menghentikan mobil nya di toko roti, dia ingin memberikan roti untuk kakek nenek nya. // Rangga sedang berada di ruang BK bersama guru BK. dia sedang di mintai keterangan atas apa yang terjadi dalam rekaman CCTV di area parkir sekolah. Rafka dan ilham masih belom masuk ke ruang BK, karena bu guru BK sudah menginstruksikan nya untuk masuk setelah satu jam Rangga di dalam ruang BK. ilham dan Rafka duduk di pinggir lapangan di bawah pohon. dari kejauhan nampak mika yang melihat kearah ilham dan Rafka. muka sengaja tak pulang duluan karena dia harus tau apa yang terjadi pada Rangga di ruang BK. tapi mika tak akan menampakkan batang hidung nya didepan Rafka maupun ilham, karena dia tak mau Rafka tau kalau dia dalang di balik kempes nya ban motor milik Rafka. " apa yang bakal lo lakuin nanti waktu di dalam ruangan bertemu dengan Rangga ? " tanya ilham pada Rafka " gua gak akan melarut larut kan masalah ini , cukup hanya dengan dia mengakui kesalahan nya ." jawab Rafka " loe nggak memberinya pelajaran ? " tanya ilham " gue akan bicara nanti padanya, pengen banget gue nonjok tu anak. tapi gue gak bisa ini demi Hani, kita burasaha agar ini tak diketahui siapa siapa. kalo gue buat pelajaran pada nya semua anak pasti akan tau dan Hani juga " jawab Rafka sudah satu Jam berlalu, Rafka masuk ke Ruang BK. ilham tak ikut masuk, dia hanya menunggu Rafla di pinggir lapangan. dia sedang ber telepon dengan Rere. menjelaskan semua masalah ini. " Rangga, katakan pada Rafka kenpa kamu mengempes ban motor miliknya ? " ucap guru BK " sorry bro, gue hanya sebel sama loo. " ucap Rangga pada Rafka Rafka tak akan menanyakan detail nya saat berada di ruang BK, Rangga juga tak mengakui kenapa dia sebal terhadap Rafka. " gue harap ini tak terjadi lagi " jawab Rafka " Rangga karena ini terjadi di lingkup sekolah, jadi ibu harus tetap memberi kan hukuman pada mu, walau Rafka menginginkan agar kamu tidak di hukum, tapi ibu tetap akan memberikan hukuman pada mu. " ucap guru BK " s**l ni anak mau jadi pahlawan, kenapa dia gak ngungkapin ini aja supaya Hani tau. " batin Rangga " Rangga kamu dengar perkataan ibuk,? " " em iya bu, saya akan menerima hukuman yang akan ibu berikan pada saya ! " ucap Rangga " ibu Harap kalian berdua bisa berteman baik, dan Rangga maafkan ibu karena kejadian ini skor kamu untuk kandidat ketua OSIS ibu kurangi " jelas guru " tapi bu kenapa malah merembet ke pemilihan ketua OSIS? ini tak ada hubungannya bu ! " Rangga mencoba bernegosiasi karena dia tak menyangka kalau ini akan mempengaruhi skor nya untuk jadi ketua OSIS " kamu tau kan, apa yang harus dimiliki oleh ketua OSIS ? ini termasuk sikap yang tak berkelakuan baik rangga. " jawab guru " hukum saya dengan hukuman lain bu, jangan mengurangi skor saya ! " ucap Rangga " maaf Rangga ini sudah ibu putuskan ! " jawab sang guru BK Rafka dan Rangga keluar dari ruang BK bersama. " gue mau bicara sama loe ! " ucap Rafka " mau bicara apa ? loe mau ngejek gue ? " Rangga terlihat emosi " kita bicara di cafe bros, gue tunggu loe di sana stengah jam lagi. " ucap Rafka lalu berjalan meningggalkan Rangga " s**l banget gue hari ini, " gumam Rangga Rafka berjalan ke area parkir, dia juga mengirim pesan Pada ilham kalau dirinya Akan ke Cafe bros. ilham langsung menuju area parkir, dia bertemu Rafka di arena parkir, lalu pergi ke cafe bros bersama. sedangkan Rangga dia sedang bersama mika, mika menunggu Rangga di kantin tadi. " gimana Ngga ? apa kata guru BK tadi? " tanya mika pada Rangga " skor gue dikurangi " jawab Rangga dengan ekspresi sebal " skor apa? " " skor gue untuk jadi ketua OSIS mik, s**l banget gue hari ini. tapi guru BK itu bilang masalah ini tak akan diketahui anak anak lain. jadi gue masih punya kesempatan menarik perhatian anak anak untuk pilih gue jadi ketua OSIS " jelas Rangga " guru BK bilang masalah ini tak akan diketahui anak anak? maksudnya apa ini dirahasiakan? " tanya mika " mungkin seperti itu, " jawab Rangga " tapi kenapa ngga? biasa nya hal seperti ini malah akan dijadikan contoh untuk anak anak lain supaya tak melakukan hal ini " ucap mika dia penasaran kenapa guru BK akan merahasiakan ini " bukan kah ini baik, Hani tak akan mengetahui hal ini dan dia gak akan benci pada ku mik " ucap Rangga " iya juga sih ngga, tapi aneh aja gitu. trus apa yang akan loe lakuin sekarang ? loe masih akan berusaha untuk Hani kan? " " tentu, gue gak akan berhenti disini, gue akan tetep berusaha deketin Hani. oh ya gue harus balik Rafka minta ketemu gue, loe mending balik kerumah aja, " Rafka kenapa ingin ketemu loe? " tanya Mika " dia ingin berbicara dengan ku " jawab Rangga " Rangga gunakan kesempatan ini untuk memancing emosi Rafka. gue denger dari lili Rafka itu orang yang gampang emosi " " baik lah " ucap Rangga // Rafka sudah berada di cafe bros bersama ilham. " gue saranin loe jangan terlalu emosi pada Rangga Raf! " ucap ilham " iya " jawab Rafka singkat Rangga terlihat sudah datng di cafe, ilham pindah ke meja lain membiarkan Rangga dan Rangga berbicara berdua. " kenapa loe nyuruh gue kesini? " tanya Rangga pada Rafka Rafka menatap Rangga. " loe suka sama Hani ? " ucap Rafka " iya, gue suka sama Hani. kenapa? " jawab Rangga " lalu kenapa loe lakuin hal itu, loe gak kawatir Hani kenapa kenapa waktu dia menaiki motor itu bersama ku ? " tanya Rafka " heh, mending loe jauhin Hani, Gue itu udah kenal. Hani lebih dulu, dan gue suka Hani sejak gue masih sekolah SMP. jadi gue lebih kenal Hani daripada loe " jawab Rangga " apa loe ngerasa Hani suka sama loe? " tanya Rafka " Hani selalu bersikap baik sama gue, semalem juga gue habis dari rumah nya kita ngobrol banyak " Rangga mencoba memancing emosi Rafka " ngapain loe kerumah nya ? " Rafka terlihat emosi " bukan urusan loe, " jawab Rangga " gue saranin loe mending menjauh dari Hani, jika Hani tau tentang masalah ini dia pasti kecewa sama loe " ucap Rafka " urusan loe apa nyuruh gue jauh in Hani, loe bukan siapa siapa Hani. jangan ke GR an loe karena Hani baik sama loe, dia bersikap seperti itu karena loe pernah nolongin dia. loe gak tau aja Hani itu memang baik sama semua orang. " Rafka nampak emosi, tapi dia menahannya. " gue akan selalu berada di sisi Hani, gue akan lindungi Hani dari bocah prik macam loe " ucap Rafka " s****n, loe ngatain gue prik " Rangge emosi menatap Rafka sambil berdiri dari duduk nya. " hemh. " Rafka tersenyum kecut " loe lihat aja siapa yang bakal dapetin Hani " ucap Rangga lalu pergi dari cafe tersebut " dia yang mancing gue buat emosi, tapi dia duluan yang emosi " gumam Rafka // Hani dan samudera sudah sampai dijalanan yang pinggir kanan kiri nya adalah sawah. pemanasan begitu indah. ini tandanya mereka akan segera sampai dirumah kakek dan nenek nya. " apa kakak memberitahu nenenek kalau kita kan datang kak ? " tanya Hani pada kakak nya " tidak, kakak tak memberi tahu nenek " ucap samudera " nenek dan kakek pasti terkejut melihat kita datang kak " ucap Hani sudah sampai didepan rumah bangunan khas Jawa. dengan halaman yang begitu asri. Hani turun dari dalam mobil, menggendong tas miliknya, berjalan menuju teras rumah dan diikuti oleh sang kakak. rumah nampak sepi pintu juga tertutup, seperti tidak ada orang dirumah. " assalamu'alaikum nenek kakek, Hani dan kak samudera Datang " suara Hani terdengar sangat lantang. Tapi tak ada yang menjawab salam Hani. " kok nggak ada yang jawab kak? apa gak denger sama suara Hani " ucap Hani pada kakak nya. samudera mencoba membuka pintu, tapi pintu terkunci. " kayak nya nggak ada dirumah dek Han kakek dan nenek. " ucap Samudera " mungkin kakek dan nenek pergi ke sawah kak. " ucap Hani " sebentar kamu tunggu sini yaa, kakak tanya tetangga sebelah dulu siapa tahu dimana kakek dan nenek. " ucap sam " ok kak " samudera berjalan kerumah tetangga. bertemu dan menyapa beberapa orang yang dia temui. dia juga menanyakan apakah ada yang tau dimana kakek dan nenek nya. salah satu tetangga bilang biasa nya jam segini kakek dan nenek nya berada di sawah yang dekat dengan jalan menuju sungai. lalu samudera berterima kasih dan segera balik menemui Hani yang sedang duduk di teras rumah. " Hani, kata tetangga biasanya jam segini kakek dan nenek berada di sawah " ucap sam sambil berjalan mendekati Hani " kalau gitu kita susulin aja kak " ucap Hani " tas kamu masuk kin mobil lagi aja Hani, kita susulin ke sawah naik sepedah aja yaa ! " ucap sam sambil menunjuk sepeda gowes yang berada di garasi samping rumah. rumah kakek nenek Hani juga punya garasi, garasi yang besar karena tidak hanya mobil pribadi yang di parkir di sana. ada mobil pikup (mobil bak terbuka) , ada juga mesin bajak. " oke kak " ucap Hani mereka berdua bergegas menaiki sepedah, samudera yang menyetir, lalu Hani dibonceng berdiri dibelakang, karena memang ini sepedah gunung, jadi tidak ada dudukan untuk berboncengan. tapi ada stand untuk pijakan kaki saat berdiri di belakang. tak jauh dari rumah kakek dan nenek, sudah terlihat sawah yang membentang luas, ada banyak orang yang dijumpai saat perjalanan menuju sawah. rata rata orang sedang berada di sawah. Hani dengan santai nya berdiri diatas sepedah dengan memegang ponsel nya, merekam suasana disana. Samudera fokus meng gowes sepedah nya. terlihat ada kakek dan nenek nya yang duduk di pinggir sawah. ada beberapa pekerja disawah milik kakek dan nenek. " kakek.... nenek...... " suara Hani membuat semua orang yang ada disana melihat kedatangan nya. " oalah Hani... " ucap sang nenek lalu berdiri mendekati Hani mereka saling berpelukan. bergantian juga dengan sang kakek. samudera pun begitu. " lama banget to gak ke rumah nenek han " ucap sang nenek " baru sebulan nek " jawab Hani " ayo kita duduk di gubuk saja " ucap sang kakek sambil berjalan menuju gubuk yang tak jauh dari sana " kakek sama nenek ngapain ke sawah? kan sudah ada orang yang bekerja disawah, " ucap Samudera " kakek dan nenek ngirim makanan Sam, mbak yang kerja dirumah sedang libur " jawab kakek " kamu kok masih pakek sragam sekolah to Hani " ucap nenek " ehh iya, Hani lupa gak ganti baju dulu tadi , soalnya emang tadi dari sekolah Hani dijemput kak Samudera langsung kesini nek " jawab Hani " bagaimana kabar papa mama kalian? apakah mereka baik baik saja diluar kota? " tanya sang kakek " alhamdulillah papa dan mama baik baik saja disana, lagi sibuk aja kek, karena memang disana harus extra kerja nya soalnya masih tahap awal pengembangan " jawab Samudera " bagaimana sekolah kalian? tidak ada masalah kan disekolah dan dikampus? " tanya sang nenek " disekolah Hani baik baik aja kok nek, oh ya nek kak Samudera sekarang itu gak cuma kuliah ngejar S2, tapi kak Samudera juga sedang bantu bisnis papa yang disini nek, sudah mulai ngantor walau tidak full time " jelas Hani " oh yaa, baguslah Sam, kamu sudah bisa bantu papa mu, " ucap sang nenek " itu juga sebuah pembelajaran untukmu Sam, siapa tahu suatu saat kamu bisa bangun bisnis sendiri suatu saat " sambung sang kakek " hehe iya kek " jawab Sam " nek pulang ke rumah yuk! tadi Hani beliin cake untuk nenek dan kakek, " ucap Hani " ya sudah ayo kita pulang saja nek " kata kakek pada nenek " ayo ayo kita pulang " jawab nenek sampai dirumah kakek nenek nya, Hani langsung masuk rumah, pintu sudah dibuka oleh sang nenek. Hani langsung berganti baju. lalu memberikan roti yang dia beli tadi untuk kakek dan nenek nya. Hani, Samudera kakek dan nenek nya bercengkrama bersama, melepas rindu. // "kok Hani gak nge chat gue sih? masak belom sampai? " gumam Rafka pelan sembari melihat ponsel nya " kok bengong aja sih Raf, kenapa? masih kepikiran sama Rangga? " tanya ilham pada Rafka mereka berdua masih nongkrong bersama tapi pindah ke cafe santuy. dan mereka juga lagi nungguin Rere. " gak lah ngapain, anggep aja ini nggak pernah terjadi. gak usah bahas hal hal ini lagi " jawab Rafka " betul banget " ucap Ilham " Hai Rafka Hai ilham " ucap Rere sambil duduk di kursi " eh Hai, loe sudah datang. cepet banget " ucap ilham " hahaha supir gue sudah ahli nyetir nya. eh iya gimana si Rangga? udah beres? " tanya Rere " sudah re, urusan rangga dah beres dia juga dapet hukuman dari BK. untung nya guru BK mau merahasiakan tentang kasus ini " jelas ilham " oh yaa, bagus donk. jadi Hani gak perlu tahu tentang ini. kasian banget Hani kalau tahu dia pasti kecewa " ucap Rere " Re, loe tau gimana perasaan Hani ke gue? " pertanyaan yang tanpa basi basi Dari Rafka pada Rere " santai donk Raf,! to the point banget deh nanya nya " celetuk ilham " iya nih Rafka, emang loe gak pengen tau dari Hani sendiri apa Raf, kok nanya ke gue ? " sambung Rere " gue bingung aja, gue gak bisa mastiin gimana perasaan dia. apa iya dia baik sama gue karena pernah nolongin dia, seperti yang Rangga bilang tadi. " ucap Rafka " Rangga bilang apa Raf? " tanya ilham " dia bilang kalau Hani baik sama gue itu karena gue pernah nolongin dia " jawab Rafka " Hani bukan orang seperti itu Rafka, dia itu memang baik pada semua orang. Tapi, bukan berarti semua bisa dekat dengannya. " ucap Rere " trus gue harus gimana? " tanya Rafka " loe ingin tahu perasaan Hani atau loe ingin Hani tau perasaan loe? pilih salah satu! " ucap ilham " kenapa gue harus milih salah satu? " tanya Rafka " pilih salah satu Rafka! kamu pasti ngerti kok maksud ilham " ucap Rere " loe pikirin aja dulu Raf, apa langkah yang akan loe ambil ! kita akan bantu semampu kita langkah apa yang akan loe ambil " tambah ilham " Hani cinta pertama gue. dia adalah orang yang membuat gue bisa berfikir lebih luas, bersemangat untuk belajar, mengendalikan emosi dan dia cuma dia yang tiba tiba bisa langsung membuat gue nyaman di hari pertama bertemu. walaupun gue cukup sebel dan kesel waktu itu tapi gue nolongin dia, nungguin dia gue peduli sama dia bahkan gue khawatir. itu adalah pertama kali dalam hidup gue. gue gak pernah nglakuin itu sebelumnya. peduli, khawatir, perhatian sama orang ." jelas Rafka " jadi loe beneran belom pernah jatuh cinta atau apacarn sebelum nya Raf? " tanya Rere " re kan gue dah bilang Rafka memang tampan banyak wanita mendekati, tapi dia nya yang kaku. tak ada satu wanita pun yang bisa menarik perhatian nya" ucap ilham " tapi Hani, Hani bikin gue benar benar tertarik pada nya " sambung Rafka " saran gue Raf, dah lah lo nyatain perasaan loe aja ke Hani ! nyatain perasaan yaa bukan nembak Hani " ucap Rere " apa nggak terlalu cepat untuk nyatain perasaan gue? trs emang beda nyatain perasaan dan nembak? " tanya Rafka " ya mungkin emang waktu loe kenal Hani belom lama sih Raf. Tapi kenapa harus mengulur waktu untuk mengatakan loe cinta sama dia. beda nya adalah loe hanya mengatakan loe cinta sama dia. loe gak butuh jawabnya saat loe nyatain perasaan loe " jelas ilham " Lalu apa Hani tidak akan mengatakan apa apa saat gue ngomong cinta ke dia? dia pasti juga akan syok dan bingung harus menjawab bagaimana " ucap Rafka " jika Hani juga cinta sama loe, dia akan memberi tahu perasaan nya padamu saat itu. tapi jika beberapa saat dia tak bisa berkata kata cukup loe katakan :aku gak maksa kamu untuk menjawab ini, aku hanya ingin kamu tau perasaan ku: . sudah itu aja Raf " jelas Rere " ingat Raf apapun yang di katakan Hani nanti loe harus bisa kontrol emosi loe " tambah ilham " thanks kalian dah mau bantu gue, seperti nya kalian sangat berpengalaman soal cinta " ucap Rafka " tentu donk Rafka, rere sudah pernah berpacaran. " ucap Rere " oh yaa, tapi sekarang loe jomblo kayak nya gak pernah liat loe jalan sama cowo. " ucap ilham " gak jomblo, cowo Rere sekolah diluar kota. jadi kita lagi LDR an " jawab Rere " oh yaa, loe betah sama yang namanya LDR? " tanya Ilham " baru setengah tahun yang lalu, dia harus pindah ikut orang tua nya keluar kota. rasa nya emang aneh sih pacaran tapi jauhan tapi karena Rere punya sahabat ya jadi ada yang ngehibur Rere, Rere jadi gak kesepian " jelas Rere " kelakuan loe kayak bocah re, tapi pemikiran cukup dewasa " ucap ilham "heheheheheheh " Rere tertawa " eeem kalian bisa bantu gue lagi? " tanya Rafka " bantu apa Raf? pasti kita bantu " ucap ilham " gue mau nyatain perasaan gue pada Hani, tapi gue bingung harus seperti apa supaya terkesan special " jelas Rafka " kapan loe akan nyatain itu Raf? " tanya Rere " besok hari minggu, tapi apa dia sudah balik dari rumah kakek nenek nya " ucap Rafka. " tanya kak Sam aja Raf, ! mereka balik kapan? " ucap ilham " kayak nya sih besok siang Hani dah balik kerumah deh, tadi dia bilang sama gue gitu sih " ucap Rere " oke gue akan ajak dia ke puncak, gimana menurut kalian? " ucap Rafka " Bagus tuh Hani suka sama suasana di gunung " ucap rere " mending loe izin sama kak Sam dulu deh Raf. kak Sam harus tau tentang ini " ucap ilham " ya nanti gue akan hubungi kak Sam. tapi gue bisa minta tolong kalian kan? besok kalian ikut gue ke puncak. bawain gitar gue tanpa Hani tau " ucap Rafka " lah gimana cara nya? apa kita ngikutin dari jauh gitu " tanya ilham " ku rasa jangan loe yang ajak Hani Raf, gue aja yang ngajak Hani kesana " ucap rere " trus gue? " tanya Rafka " jadi gini, gue ajak Hani kesana naik mobil trus kalian berdua udah harus standby disana! siapin apa yang loe ingin di momen ini Raf, dan jangan hubungi Hani mulai dari sekarang.! biar Hani penasaran loe ngilang kemana gitu " jelas Rere " wah bagus tuh Raf ide Rere " celetuk ilham " oke baiklah, gue hubungi Kak Sam dulu nanti. " ucap Rafka // " ya ampun aku lupa, tadi kan si Rafka minta dikabari kalau aku sudah sampai sini, mana sekarang hari dah sore banget lagi, telat gak sih buat ngabarin dia " gumam Hani lirih " ah bodo lah aku chat aja deh basa basi, aku juga ingin tau apa yang dia lakukan di akhir pekan " gumam Hani Dia menulis pesan untuk Rafka. " Rafka malik, maaf aku baru ngabarin,. aku sudah sampai dari 3 jam yang lalu. em loe lagi ngapain? apa yang loe lakuin pada saat weekend? " begitulah isi pesan Hani untuk Rafka. Tapi Rafka belom membalasnya. sudah 15 menit berlalu semenjak pesan itu dikirim Hani Rafka belom juga membalas nya. Rafka bahkan tidak membaca nya. " apa Rafka sibuk, dia sedang apa sampai tak membaca pesan ku " gumam Hani " Hani bantuin nenek nduk! " suara nenek Hani memanggik Hani " iya nek sebentar " jawab Hani Hani berjalan menuju dapur. sang nenek sedang memasak untuk makan malam. " nenek mau di bantu apa? " tanya Hani " uleg cabai itu Hani, nenek sudah menyiapkan nya diatas cobek, uleg sampai halus dan Rata yang supaya jadi sambal yang enak " ucap sang nenek sambil menunjuk cobek berisi bahan bahan untuk membuat sambal " Hani belom pernah melakukan ini nek, Hani tidak tau gimana caranya " ucap Hani " ya Allah nduk, anak perempuan iku harus pintar di dapur yaa, kamu tidak pernah membantu mama mu di dapur ya " ucap sang nenek " hehehehe iya nek, Hani gak pernah bantu mama" jawab Hani dengan ekspresi malu " anak perempuan kok ndak pernah bantu banti di dapur iku piye to nduk, suatu saat lek ikut mertua trus gimana, opo nggak malu kamu " ucap sang nenek sambil memeberikan contoh cara mengulek sambal " masih lama nek ketemu mertua nya heheheheh " jawab Hani " la justru masih lama itu harus belajar, biar mertua mu sayang pada mu. kayak gini nih cara mengulek, ni terusin! " " hehe iya nek " ucap Hani sambil mengambil ulegan lalu memulai menguleg dengan pelan " kamu lak suka makanan pedes nduk, tapi ngiler sambel gak bisa. agak di kencengin tangannya jangan lemes gitu supaya cepet halus nya " jelas sang nenek " heheh iya iya nek. tapi mulai sekarang Hani dah belajar dikit dikit buat masak nek, belajar dari youtube atau sama mbk Tri juga. " ucap Hani mencoba membela diri " oh ya, bagus lah nduk. sekarang kamu sudah besar hidup jauh dari orang tua mu harus bisa mandiri. kalau kamu mau kamu tinggal disini bareng kakek dan nenek. tapi jelas kamu ndak mau. ya kan? " ucap sang nenek " sekolah Hani kan kalau dari sini jauh banget nek, Hani gpp kok tinggal sama kak Sam disana. oh iya nek kak Sam juga sudah berdiskusi sama mama dan papa agar ada satpam dirumah. jadi rumah selalu ada orang nek buat jaga jaga sih, walau kompleks sudah ada satpam nya. " jawab Hani " ya harus nya begitu, kalau cuma mbk Tri yang nemenin itu nenek masih khawatir, harusnya memang ada satpam nya. " ucap sang nenek " udah siap nih nek sambel nya " Hani sudah menyelesaikan menguleg sambel " bantu nenek goreng ikan ini, ati ati pelan pelan saja waktu memasukan ke minyak panas seperti ini! " sang nenek menjelaskan dan memeberi contoh cara menggoreng ikan " oke nek " jawab Hani Di Halaman samping rumah samudera dan kakek nya sedang duduk di gazebo dan mengobrol. tiba tiba ponsel nya berdering, melihat ada panggilan masuk dari Rafka. Sam langsung bergegas menjawab telpon tersebut. " Hallo Raf " ucap Sam " Hallo Kak Sam, maaf ganggu " ucap Rafka " ada apa Raf ? " tanya Sam " kakak lagi sama Hani, kalau lagi sama Hani tolong sedikit menjauh agar Hani tak mendengar percakapan kita! " ucap Rafka " oh tidak kok, Hani sedang membantu nenek di dapur" jawab sam " oh baguslah kalau begitu. begini kak besok gue mau kasih tau ke Hani tentang perasaan gue " ucap Rafka " Baguslah, besok siang gue sama Hani dah balik ke rumah kok. gue ada urusan soalnya " jawab samudera " tapi gue ada rencana kak, supaya Hani terkesan " ucap Rafka " rencana apa? ".. tanya Sam " begini kak....... . Rafka menjelaskan rencananya dengan ilham dan Rere pada Samudera secara detail. samudera mendengarkan dengan serius. Rafka juga meminta pada samudera untuk merahasiakan ini dari Hani. // " gue harus cari cara agar gue lebih dekat dengan Hani dibanding si Rafka itu .apa gue kerumah Hani aja, gue ajak dia malem minggu an, ehh jangan langsung kesana deh, mending gue chat dia aja dulu " gumam rangga yang sedang duduk di teras rumah nya Dia mengambil ponsel di saku celana nya. lalu mengetik kan pesan pada Hani. " sore Hani, lagi apa? " begitulah isi pesan dari Rangga. __ Hanj sudah selesai membantu sang nenek di dapur , mendengar ponsel nya berbunyi. dia fikir itu Rafka yang membalas dia cepat cepat membuka pesan tersebut ternyata Rangga yang mengirimi nya pesan. "aku kira Rafka yang kirim pesan" gumam Hani dengan ekspresi kecewa " sore juga ngga, oh ini gue abis bantuin nenek di dapur " isi balasan Hani untuk Rangga " nenek, loe lagi dirumah nenek loe Han? " Rangga membalas lagi " iya ngga, gue lagi dirumah nenek. " Jawab Hani " yaahh padahal gue mau ngajakin loe malem minggu an " " ada angin apa ngga ngajakin gue malem minggu an? hahahaha " tanya Hani " ya emang gak boleh apa? boleh kan ngajakin loe malem mingguan? " balas Rangga " ya tanya dulu sama Kak Sam! " jawab Hani mereka terus mengbrol lewat pesan. Rangga terus menggoda Hani mencoba mencari perhatian pada Hani. tapi Hani tetap masih memikirkan Rafka. kenapa sampai sekarang Rafka belom membalas pesannya. Waktu sudah mulai malam, dan waktunya untuk makan malam. Hani sedang menyiapkan makan malam di meja bersama nenek nya. biasanya dirumah nenek ada mbak tapi hari ini mbak sedang libur. " panggil kakak dan kakek mu Hani, ajak mereka makan ! " ucap sang nenek " baik nek " jawab Hani Hani berjalan kedepan memanggil kakak dan kakek nya untuk makan. tak lama Hani kembali bersama sang kakak dan kakek . " ayo mulai makan! " ucap sang nenek " kita gak nunggu om pulang dulu nek? " tanya samudera " si doni kalau malem minggu tak akan segera pulang, dia pasti kencan dulu sama amel " jawab sang kakek Doni adalah adalah adik Ratna yang paling bontot. dan amel adalah tunangan dari doni. " tau gitu tadi Hani telpon om doni agar cepat pulang dan bisa makan malam bersama disini " ucap Hani " assalamu'alaikum " terdengar suara dari pintu depan " waalaikumsalam " " siapa yang datang, " ucap sang nenek " biar Hani yang bukain nek " Hani melangkah ke rumah bagian depan. belom sampai depan pintu Hani sudah bertemu dengan orang tersebut didalam rumah. ternyata doni yang datang, bersama amel juga. " om doni tante amel, baru aja diomongin.. panjang umur deh " ucap Hani " ooo ternyata itu mobil kamu di depan " ucap doni " kapan sampai Hani ? sendiri an? " tanya amel pada Hani " tadi siang tan, sama kak Sam donk. ayoo ke ruang makan om tan! kita makan malam bersama! " Hani mengajak doni dan amel ke ruang makan " kalian yang datang, biasanya malem mingguan dulu" ucap kakek " si amel pengen kesini, tuh dibawain tahu petis kesenangan ibuk " jawab doni " trimakasih amel, ayo duduk kita makan malam dulu " ucap nenek " iya buk, " jawab amel mereka ber enam makan bersama. selesai makan Hani mencuci piring, dan amel membereskan meja makan. sedangkan kakek, samudera dan doni sedang di depan TV mengobrol. " om Doni sebulan lagi menikah. lalu apa om doni akan tetap tinggal disini atau gimana om? " tanya samudera pada Doni " om doni akan tinggal di sini sama tante amel. lagian sekolah tempat amel mengajar dekat dari sini " jawab amel " syukurlah jadi kakek sama nenek tetep ada temennya " ucap " kalian berdua baik baik saja kan tinggal dirumah sendiri? " tanya doni " kita baik baik kok om, awal nya aneh aja gitu pas dirumah gak ada mama sama papa tapi karena aku sibuk jadi nggak kerasa aja. Hani juga serius belajar, dia ingin lulus SMA dengan nilai bagus agar bisa kuliah di kampus yang ada di kota tempat tinggal papa dan mama. dia sudah mencari tahu beberapa kampus ternama yang ada disana " jelas samudera " ya bilangin sama Hani belajar boleh tapi jangan terlalu diforsir ! " ucap sang kakek " iya Hani sudah tau porsi nya kok kek, dia beruntung punya sahabat yang perhatian pada nya, yang cukup meramaikan hari hari nya. samudera juga ingin mempekerjakan satpam sekaligus tukang kebun dirumah kek, supaya kalau aku pulang telat, tetep ada laki laki dirumah " jelas samudera " iya bagus itu, biar ada yang jagain adikmu " ucap kakek " apa sudah ketemu orang yang tepat untuk itu Sam ? " tanya doni " besok rencananya Sam mau ketemu sama orang nya om, semoga cocok sih. " jawab Sam Hani bersama dengan nenek dan amel mengusul ke depan TV dan membawa tahu petis di piring. " ini camilan nya " ucap Hani " itu kesukaan nenek mu nduk, kalau nenek mu belum makan kakek gak berani makan hahahah " ucap sang kakek " heleh bisa aja kakek mu itu kalau ngomong " ucap sang nenek " kalau gitu Hani aja deh yang makan dulu " ucap Hani sambil mengambil tahu lalu menyocolkan pada bumbu petis " Hani gimana sekolah mu? " tanya doni pada Hani " sekolah lancar kok om, ini juga akan ada pemilihan anggota OSIS " jawab Hani " kamu masuk kandidat donk Han? " tanya amel " hehe guru Hani sempet maksa Hani masuk kandidat tapi Hani males tan, OSIS terlalu banyak kegiatan nanti belajar ku terganggu, aku mau fokus belajar aja " jawab Hani " yah kan kegiatan juga gak selalu Han " ucap samudera " Hehehe Hanj gak suka aja kak, jadi panitia sayap kegiatan yang diadain Osis. enak jadi peserta aja hehehehe " ucap Hani --- __ --
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN