Lamaran

1264 Kata

“Nada, ayo menikah,” kata Dareen datar. Nada membulatkan mata. Mulutnya terbuka dan ingin berucap, tetapi sulit sekali mengeluarkan kata-kata. Jemarinya saling bertaut. “K-kamu bercanda kan, Dareen?” tanya gadis itu ragu dengan pendengarannya. “Saya serius. Ayo menikah.” Dareen mengucapkan kata-kata itu dengan datar. Air mukanya tidak berubah sedikit pun. Ada ragu dalam hati Nada dengan cara lelaki itu mengucapkan dua kata sakral. Namun, selama bisa bersama seseorang yang dicintainya, ia akan menyetujui semua itu. Dengan beberapa pertimbangan Nada mengangguk dengan senyum tipis, “Ayo kita menikah.” *** Suasana begitu hening malam itu. Satu-satunya tempat curhat gadis itu sedang tidak bisa ditemui. Penuturan Dareen tadi membuatnya termenung. Bukankah sejak kemarin ia masih bersikuku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN