Kini mereka duduk saling menghadap. Dareen dan Nada di bersebelahan, sedangkan kedua orang tuanya di seberang mereka. Tatapan Bunda menyelidik. “Jadi, ini pacarmu? Udah tinggal bareng atau jangan-jangan ....” Bunda membuka suara ketika semua hening karena keadaan canggung tadi. “Bukan gitu, Bunda. Dia cuma main ke sini,” tutur Dareen datar. Perkataan lelaki itu tidak benar-benar menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Tentu saja membuat Nada sedikit geram. Namun, rasa itu ditahan dengan begitu hebat oleh gadis itu. Jelaslah ia tidak ingin membuat keributan di rumah orang. Kepala gadis itu tidak mampu untuk menghadap dua orang paruh baya di depannya. Padahal ini bukan pertemuan pertama mereka. Ya, orang yang sama dengan yang dahulu begitu getol menjodohkannya. Bunda menatap Nada yang ter

