Di pesisir pantai dengan suara ombak yang menderu, kedua lelaki itu terduduk setelah pertengkaran yang luar biasa melelahkan. Udara malam sesekali akan mengenai luka lebam di sekujur badannya. Mereka akan meringis saat rasa sakit itu datang. Namun, itu malah membuat mereka tertawa dengan tingkah lemah mereka. “Jadi, cewek itu Nada?” tanya Dareen kepada sepupunya itu. Ia tahu perihal penyakit yang dialami karena berkali-kali menyaksikan sendiri perubahanya, tetapi tidak pernah menyangka kalau gadis yang membuat lelaki itu seperti ini adalah Nada, istri sahnya. Nathan mengangguk. Tatapannya sudah kembali teduh. Dirinya yang sebenarnya kembali ke raga dan berhasil melawan kepribadian lainnya untuk muncul. Mereka kini menatap laut luas di depan. “Apa karena dia mulai dekat sama saya, makany

