“Dareen, apa yang kamu suka saat pergi jalan-jalan kaya gini?” tanya Nada. Lelaki itu berpikir sejenak sebelum menjawab, “Mungkin keliling sekitaran dan beli sesuatu untuk kenang-kenangan atau sekadar mampir nyicipin makanan dari satu toko ke toko lain.” “Ayo kita pergi,” tuturnya menatap lekat lelaki di sebelahnya. “Pergi ke mana?” tanya lelaki itu datar. Padahal dalam hatinya begtu berisik karena terus bergemuruh. “Kita jalan-jalan,” tutur Nada ragu karena sepertinya akan ada penolakan dan benar saja. Kalimar Dareen setelahnya memupuskan harapan yang telah gadis itu bangun. “Hari ini pas kebetulan ada janji ketemu klien,” jawab lelaki itu singkat. Kemudian detik berikutnya, ia berdeham dan berpikir waktu yang tepat. Nada menunduk lesu. Semua rencana itu sepertinya akan gagal. “Tap

