Suatu Kebetulan

1408 Kata

Mereka berdua terduduk setelah larut dalam kekhawatiran. Lelaki itu masih mengatur napas yang tidak juga teratur. Gadis di sebelahnya menatapnya dalam kegelapan. Walau mungkin hanya siluet yang tampak, tetapi Nada tetap tidak ingin sedetik saja lepas dari memandangnya. “Kenapa nggak bilang kalau sudah tahu hal itu?” tanya  Nada menghentikan keheningan di antara mereka. “Hal apa?” Dareen balik bertanya karena memang tidak tahu arah pembicaraan mereka. “Kalau kamu udah tahu aku bukan dari dunia ini,” ucap Nada pelan. Dareen baru paham sekarang perihal obrolan malam ini. “Aku juga baru tau pagi tadi setelah kamu cerita,” ungkapnya, “tapi sebelum itu, aku berkali-kali  mimpi sesuatu yang nggak masuk akal dan itu terjadi sejak pertemuan kita. Jujur aja mimpi itu terlalu menakutkan apalagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN