Rahasia Nathan dan Arelia part 2

1750 Kata

Mereka terus berjalan dalam diam. Yang satunya merasa menyesal dan satunya merasa bersalah. Tangan Arelia sejak tadi tidak jua ingin melepaskan genggamannya. Ia takut kalau-kalau hal tidak diinginkan terjadi lagi. Kali ini, ia tidak ingin membuat senyum yang ada di wajah Nada menghilang. Apalagi membayangkan keadaan Nada dahulu sebelum yang sekarang muncul. Itu membuatnya begitu terluka. Ketika sampai di kamar, Arelia langsung mendudukkan Nada. Ia menangis melihat semua luka lebam di pergelangan tangan Nada. Belum lagi di punggung cantiknya. Nada yang melihat hal itu memeluk erat sahabatnya. “Maaf, Arel. Maaf,” ujar Nada dalam isak tangisnya. Arelia menggeleng, “Ini salah aku karena nggak bisa jaga kamu. Kamu pasti tadi takut sendirian.” Gadis itu menangis dengan keras. Bahunya berget

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN