Sepanjang Malam

1231 Kata

“Sudah malam, aku antar pulang,” tutur Dareen. Nada menggelengkan kepala, tanda tidak menyetujui saran Dareen. “Ayo, kita ke pasar malam,” tutur Nada menarik tangan Dareen. Lelaki yang ditarik tangannya itu mengalah. Ia berjalan tanpa ekspresi. Air muka yang sama seperti Dareen biasanya. Langkahnya terseret, tetapi begitu ringan. Matanya terus melihat surai Nada yang bergoyang tertiup angin. “Sebentar lagi kita sampai, oke,” kata Nada dengan ceria. “Mau apa di pasar malam emangnya? “Ikut, aja.” Mereka terus berjalan melewati toko demi toko. Kemudian ke arah gang sempit di belakang toko roti. Setelahnya masih harus berjalan melewati rumah-rumah padat penduduk. Baru ketika berbelok ke arah kanan tepat di pertigaan, terpampang sebuah pemandangan yang tidak biasa. Di sebuah lapangan lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN