Malam berganti pagi. Suara burung bersahutan dan membuat sebuah melodi. Angin hari ini tidak begitu kencang berembus. Mentari pun tampak begitu hangat menyapa. Namun, cerahnya hari ini tidak secerah hati Nada dan Arelia. Mereka menangis semalaman dan membuat kedua mata menjadi bengkak. Ditambah kantung mata yang hitam karena kurang tidur. Beberapa kali kedua gadis itu menguap dan itu membuat air mata keluar. Namun, tentu tanggung jawab pekerjaan memaksa diri untuk pergi ke kantor. Ketika menunggu bus, keduanya tanpa sadar tertidur di halte. Tentunya hal itu membuat mereka hampir terlambat. “Nada, Arel. Hari ini pada kenapa? Kayak zombi berkeliaran di jalan.” Nathan berseloroh. Kedua gadis itu cemberut. “Tidur dulu di ruangan sana. Sebentar lagi kita mau rapat dengan direksi, kalian ng

