Nada termenung di dipan. Pagi itu begitu indah untuk sekadar rebahan. Akhirnya dilangkahkan kakinya untuk menyapa bunga-bunga yang ada di pinggir. Hari ini bukanlah hari libur, tetapi atasan Nada memberikan cuti sehari penuh untuk istirahat karena sudah menyelesaikan proyek dan lembur selama seminggu penuh. Keputusan dewan direksi saat itu baginya memang sedikit janggal karena Nada hanya diminta menyelesaikan semua desain selama seminggu sampai finishing tanpa ada hukuman yang berarti. Namun, ia tetap bersyukur tidak ada masalah yang terjadi. Sebuah deringan dari ponsel menghentikan aktivitasnya. Dirogoh kantong kanan roknya dan melihat nama sang pemanggil. Ah, ternyata Arelia yang menelepon. Dalam hati ia terus bertanya-tanya. Apa ini ada hubungannya dengan pekerjaan atau apa ya? “Nada

