Siang itu terasa panas kalau saja tidak berlindung di bawah pendingin ruangan kantor. Mata Nada terus terfokus ke layar persegi yang ada di hadapannya. Lagi-lagi, ia harus menyelesaikan permintaan konyol dari Erina yang merasa desain produknya kurang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sudah tiga hari ini, dirinya terus lembur dan pulang terlalu larut. Hari ini ia bertekad untuk menyelesaikan semua tugas sebelum waktunya karena akan ada acara kumpul-kumpul di rumah Arelia. Dengan senang, gadis itu terus memainkan jemarinya di mouse yang dipegang. Danur menatap Nada dengan takjub. Keuletan gadis itu membuatnya tidak bisa lepas untuk terus menatapnya. “Danur, ayo selesaiin. Berhenti ngeliatin aku,” ucap Nada masih menatap layar. Danur tersentak karena ketahuan memperhatikan gadis yang sudah m

