Sebuah Perasaan

1451 Kata

“Seriusan hamil?” teriak Arelia dari meja kerjanya setelah menarima pesan dari Nada. Hal itu membuat semua yang ada di ruangan menatap heran kepada gadis bersurai panjang itu. Gadis yang ditatap itu hanya menampilkan deretan gigi putihnya. Nada yang mendengar langsung menatap galak ke arah Arelia. [Ke tanggga darurat sebentar.] balas Arelia. Gadis itu sungguh penasaran dengan ekspresi aneh yang sejak tadi terlukis dari raut wajah Nada. Bukannya senang, ia malah terlihat begitu sedih. Apakah ia tidak ingin memiliki anak dari seorang Dareen? Pikiran-pikiran buruk terus berkecamuk dalam benak Arelia. Kedua gadis itu melangkah menuju tempat yang sudah ditentukan. Nada menunduk mengalihkan pandangan menyelidik dari semua orang. Terlebih tatapan Danur yang seakan tahu sesuatu yang diteriakka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN