Chapter 24 : Diana Rose Blaxton

1530 Kata
Casey membawa tubuhnya merangkak untuk keluar dari kolong ranjang itu. Netra Casey memicing seraya menggenggam jurnal. Ia menyadari bahwa setalah memegang buku jurnal ini tangannya menjadi dipenuhi noda hitam. Casey bermonolog dengan otaknya sendiri, menebak-nebak apakah noda-noda dari buku ini merupakan debu. Casey memberenggut, jika debu, saeharusnya warnanya tidak sehitam dan semengkilap ini. Casey membuka buku itu cepat, ia menemukan bahwa di beberapa lbar bagian dalam buku jurnal itu dengan noda kehitaman seperti noda bakar, di beberapa lembar kertas juga terlihat sebagian keras msnghilang seperti jejak gerogotan sang jago merah. Sepertinya buku ini pernah terbakar. Casey membuka kembali peti itu, dan ia baru menyadari bahwa di benda-benda lain juga terdapat noda yang sama. Tebakan Casey sepertinya memang benar. Seraya menimbang bolehkah ia membaca jurnal ini atau sebaliknya ia harus menaruh kembali jurnal ini pada tempatnya dan berpura-pura tidak tahu, Casey melirik kanan kiri memastikan orang yang ia takuti tidak muncul tiba-tiba seperti hantu di film-film horor. Setelah melalui pertimbangan cukup lama dan matang, akhirnya Casey memutuskan untuk memeriksa jurnal itu. Ia memperhatikan rona kertas yang mulai kekuningan karena lekang oleh waktu. Namun iai dari jurnal itu terlihat cukup rapi dan tetap terbaca dengan baik. Casey jadi penasaran catatan siapa dan berapa usia catatan ini? Casey mencium aroma buku itu dengan hati-hati. Dan seolah membenarkan dugaan Casey bahwa buku ini pernah hampir terbakar, aroma abu masih menempel kuat di sampulnya. Untungnya jurnal ini dilapis kulit estetis yang tebak dan berkualitas tinggi hingga sepertinya tidak mudah rusak jika di bakar. Di tengah bawah sampul, Casey melihat ada sebuah nama terpajang. Bertulisan ‘Diana Rose Blaxton’ Casey tidak tahu siapa itu Diana. Tapi melihat nama belakang wanita bernama Diana yang mencatut nama Blaxton, maka pastilah ia merupakan salah satu bagian keluarga Blaxton yang kaya raya. Netra Casey terbelalak tiba-tiba. Tunggu, apakah ini milik nyonya Blaxton istri tuan Blaxton dan ibu dari Sky dan Sean? Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu, Casey melanjutkan membaca jurnal itu dengan membuka lembaran pertama. Terlihat ada gambar yang digambar dengan teknik stick man, satu orang pria dewasa, satu orang wanita dewasa dan dua orang anak remaja pria yang saling merangkul. Meskipun tidak ada tulisan ‘Happy Family’ di sana, namun Casey dapat merasakan kebahagiaan dan cinta yang terpancar dari gambar sederhana itu. Tanpa sadar, bibir Casey tersungging ke atas untuk senyum. Casey membuka halaman selanjutnya, kembali menemukan nama Diana Rose Blaxton di sana. Di kertas itu terdapat urutan yang sepertinya merupakan laporan atau hipotesis. Diana Rose Blaxton -Jurnal pencarian X gem 12 agustus -titik x ditemukan pertambangan xxx di eropa bagian xxxx 15 november- perkiraan X gem ditemukan. Tgl 14 malam, jam sembilan Tif mengabari ada yang salah dengan X gem. Donghae menyimpulkan ada kekeliruan. n/b data harus dikirim ke organisasi tgl 15. Tgl 20 Saatnya berlibur bersama Sean dan Sky ❤ Sky harus belajar berenang, ia juga memiliki kekasih :D lucu sekali membayangkan jika Sky dan Sean mengenalkan kekasihnya pada ku. Tapi Sean mengatakan ia tidak tertarik perempuan. Lucu sekali, bukan? Sean membuat proyek dan ia tengah mempelajari bela diri, ia memelihara anjing yang cantik. Sky, Sean tunggulah Mama pulang :* Casey sempat mengernyit membaca jurnal itu, namun tak lama kernyitan serius di alisnya berubah menjadi senyum samar nan tipis melihat tulisan terakhir yang ditulis tangan itu bersama beberapa foto bocah lelaki, Sky yang menangis dengan ban bebek nya, dan seoramg bocah berjas putih yang kedodoran dan kacamata lab tengah tersenyum dengan latar belakang jika dilihat dengan teliti, sepertinya sebuah laboratorium. Sungguhkah ini Sean? Ia terlihat sangat culun dan nerd. Casey terkikik saat melihat foto-foto lain dari Sean dan Sky. “Terima kasih sudah datang.” Casey yang tengah terduduk dengan peti dipangkuannnya itu kembali terperanjat saat ia mendengar suara Sean yang sepertinya berbicara dengan seseorang. Ah ya Casey baru kembali teringat. Apakah Sean kedatangan tamu atau ia membawa tamu? “Hahaha tentu aku datang. Maaf karena aku pernah mengira kau seorang yang berbahaya” suara tawa renyah terdengar mengalun lembut. Casey mencemooh saat mendengar suara sang penyahut--lawan bicara Sean. Itu adalah suara seorang wanita. “Tentu inspektur Seraphina, itu tak masalah aku tahu kau hanya menjalankan tugas. Aku dengar misimu yang terakhir berhasil?” suara Sean kembali. Mendengar kata Misi, Casey membuka telinganya, mempertajam Indra pendengarannya. “Hahaha, Ya dan itu membuat jabatanku semakin melejit, dan para pria mulai takut pada ku. Mereka mengatakan wanita harusnya feminim dan keibuan. Terasa aneh mendengar mereka mengucapkan itu karena meskipun sekarang aku bekerja untuk kepolisian aku masih mengenakan lipstik dan menggambar alis ku dengan perfectionist.” “Wow itu membuatmu akan semakin bersinar dan panas dimata para pria. Hanya pria bermental spons cuci piring yang menjauhimu. Tapi baguslah itu mempermudah pria gentle mendekatimu.” Casey membuat gerakan seakan-akan ia ingin muntah saat mendengar gombalan Sean. Katanya ia pria yang penuh pesona, tapi lihat ia menggunakan gombalan kuno yang bahkan tidak terdengar menggoda sama sekali. Casey manggut-manggut, dugaannya tentang Sean beberapa waktu lalu, tepat, bukan? Ia seorang playboy ulung. “Seperti?” suara lembut wanita—mangsa Sean kembali terdengar. Casey meringis, jangan mendengarkan ucapan pria tukang drama, wahai wanita yang malang, atau kau akan terjerat! “Kau tahu jawabannya-“ “Mmhh.. Tuan-“ Casey menutup mulutnya dengan netra membola. Suara apa yang baru saja ia dengar itu? Apakah mereka melakukan hal tidak senonoh? “Rileks, kau pantas mendapatkannya.” Casey sempat merasa jijik sendiri mendengar percakapanpun dua orang itu. Namun ia yang baru saja mendengar desah dari luar pintu segera merapatkan telinganya kearah pintu, ia penasaran. Ya ia hanya penasaran seperti kalian yang penasaran dengan cerita dewasa. Cup Casey menahan napas saat ia mendengar bunyi kecipak yang Casey yakini itu berasal dari dua bibir yang bertemu. Bayangkan saat kalian melihat adegan ciuman di film, suaranya persis seperti itu! “Yuan, bagaimana jika aku dipecat?” “Tak perlu takut, kau mendapatkan pria yang akan memandikanmu dengan emas,” Tanpa sadar Casey mencebikkan bibirnya mendengar pembicaraan dua orang berbeda gender itu. Casey mencemooh. Dulu Sean menjanjikan berlian padanya dan sekarang ia menjanjikan emas pada wanita lain? Membuat Casey jadi berpikir mungkin Sean akan menawarkan koleksi barang antiknya yang me Gandung kutukan pada wanita lain. Dasar laki-laki tukang tebar pesona! “Kau cantik sekali, tapi katanya kau dekat dengan seorang profesor? Itu mematahkan hatiku.” “P-profesor? Ah maksudmu professor muda yang mengurusi proyek pameran berlian- mmh “ “Ya, aku lupa siapa nama professor itu. Padahal aku sempat mencari tahu karena aku ingin tahu hubunganmu dengannya,” ujar Sean lalu kembali terdengar bunyi kecipak bibir yang membuat Casey begitu sebal dan jijik ingin menendang p****t dua orang itu ke Pluto. “Sebenarnya aku hanya bekerja sama karena aku dengar ada banyak pihak yang mengincar permata terbaru, permata misterius karena katanya permata itu sangat berharga. Tapi aku tidak dalam hubungan yang seperti itu. Aku lebih suka hubungan tanpa status, Tuan.” “Hm.. Aku tak ingin kau bekerja dengan profesor itu tanpa aku mengetahui identitas asli profesor itu, berikan data profesor itu padaku.” “Wow apakah ini artinya kau cemburu?” “Katakanlah begitu. Aku tidak suka kau berdekatan dengan pria lain.” Bruukkk Casey terkesiap saat ia merasa sesuatu menabrak pintu dengan cukup keras. Pasti Sean tengah memojokkan gadis itu ke pintu kamar ini, seperti adegan di film-film. “Aku tidak bisa memberikannya sembarangan. Ada banyak organisasi pencuri yang mengincar data profesor itu atau data tentang oppenheimer. Aku harus mengantisipasi para thief itu, agar kejadian seperti kasus ahmanet tidak terulang. Aku seorang inspektur. Ah ya dan maf, aku tidak tertarik pada hubungan serius.” Casey yang baru saja mendengar kata Thief , oppenhimer, ahmanet dan inspektur membolakan matanya sebelum detik selanjutnya ia terus berterima kasih pada mumi Ahmanet, demi mumi ahmanet dan permatanya! Casey bisa menggunakan momen ini untuk menyelamatkan diri! Sretttt Dugh! Dugh! Dugh! Casey menggedor pintu utu dengan keras tak peduli bahwa pasangan Sejoli yang tengah menikmati cumbuan itu terkejut dan mungkin akan membatalkan acara mereka malam ini. Ia tidak akan menyerah untuk melepaskan diri dari cengkeraman Sean! “Tolong aku nona inspektur! Aku mohon tolong aku!” Casey menggedor pintu dengan beringas. Ia tak perduli setelah ini Sean akan melaporkannya pada polisi atau kemana pun. Ia yakin ia akan bisa melawannya. “S-siapa itu?! Tuan katakan padaku siapa-“ “Mundurlah” ujar Sean, lalu Sean membuka pintu itu perlahan dan saat pintu itu dibuka seketika Casey menghambur ke arah inspektur wanita itu. Seraphina Bloom yang sempat menangani pencurian permata ahmanet. Polisi wanita ini juga sering melalang buana di acara berita karena kehebatannya. Casey seketika berdoa dalam hati, semoga saja ia tidak mengenali Casey karena Casey lah yang mencuri mumi itu! “T-tolong saya. Tuan ini mengunci saya di sana. Dia menyekap saya dan menjauhkan saya dari orang tua saya, tolong selamatkan saya.” Casey memeluk lengan inspektur wanita itu seraya menangis kejar. Untung saja ia sudah bisa melatih matanya agar ia menjadi seorang yang ahli menangis. Inspektur wanita itu mengelus dan menepuk punggung Casey halus berusaha menenangkan, sementara netranya menatap Sean tajam. “Kau tentu harus menjelaskan ini dikantor polisi tuan Blaxton. Dan aku harap kau melupakan apa yang tadi kita hampir lakukan.” Casey menyeringai seraya bersorak dalam hati. Mumi ahmanet memang keberuntungannya. Setelah ini apa yang akan kau lakukan wahai Sean?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN