Wanita misterius

1250 Kata
Malam pun tiba, Wulan tengah asik mengerjakan tugas sekolah tepatnya di meja belajarnya soal-soal yang di berikan oleh Guru kali ini tidak terlalu sulit membuatnya lebih cepat menyelesaikan. Saat sedang asik mengerjakan soal pandangan Wulan tiba-tiba tertuju pada tempat tidurnya, Wulan sedikit tersentak ketika menoleh kearah kasurnya terlihat samar-samar seseorang Wanita duduk membelakangi Wulan. Wulan berusaha menghiraukannya namun saat Wulan mulai fokus mengerjakan tugasnya tiba-tiba bulu kuduk Wulan berdiri saat mendengar Wanita itu bersenandung. “Hmmmmm ... hmmm hmmmm ... hmmmm.” Senandung itu sangat mirip dengan lagu tak lelo lelo lelo ledung yang biasa dinyanyikan Ayu saat Wulan masih kecil. Sekujur tubuh Wulan mulai gemetar, keringat dingin mengalir deras keluar di dahi Wulan, Wulan berusaha berdiri dari meja belajarnya namun kakinya seperti lemas. “M-mbah! Mbah,” Wulan bertetriak “Ada apa Wulan kenapa teriak-teriak?” tanya Mbah “Dikasur Wulan ada orang Mbah, Wulan takut,” ucapku dengan mata berkaca-kaca. “Mana? siapa? nggak ada siapa-siapa Wulan, sudah kamu istirahat saja Nduk mungkin kamu kelelahan,” Mbah berlalu pergi keluar kamar. Wulan sempat kesal karena baik Mbah maupun Ibunya tidak ada yang percaya atas apa yang dia lihat, dengan cepat Wulan menyelesaikan tugasnya agar bisa tidur dengan cepat. Saat wulan menyelesaikan soal dan menutup bukunya bulu kuduk Wulan kembali merinding Wulan mengkerutkan kening serta memejamkan matanya berharap apa yang dia pikirkan salah. “Hmmmm .... hmmmm ... hmm ... hmmm.” Suara senandung Wanita itu terdengar lagi Wulan berudaha menghiraukan suara tersebut namun semakin lama suara itu semakin jelas dan nyaring, seakam-akan dia bersenandung di samping kuping Wulan. Wulan tidak berani menoleh ke arah belakang karena Wulan merasakan Wanita itu berdiri tepat di belakangnya, Wanita mulai menjulurkan tangannya dan membelai rambut Wulan yang tidak terlalu panjang itu. Wulan merasakan sentuhan serta hawa dingin dari sosok Wanita itu dia membelai rambut dan keningnya berulang-ulang sambil terus bersenandung badan Wulan terasa semakin gemetar di kala itu rasa takut semakin sangat kuat, dan Wulan juga tidak berani menoleh karena sebelumnya Wulan sempat melihat wajah dari sosok Wanita itu. Wulan merasa sangat ketakutan dia menundukkan wajahnyadi meja dan menutupinya dengan kedua tangannya. Hingga keringat dingin keluar dan menetes. Dan tidak lama Wanita itu berbisik. “Nduk... Ikutlah bersama Ibu...!” bisik Wanita itu dengan lirih namun terdengar jelas. Suara itu membuat Wulan semakin takut dan berteriak. “Tidakkk... Tidak... Pergi... Pergi, menjauh dari diriku” teriak Wulan dengan keras sambil menutupi kedua Wajahku dengan tangan. Teriakan Wulan membuat Ayu yang baru saja datang langsung beranjak pergi ke kamar. Wulan menangis sambil berbicara. “Pergi...aku tidak mau!” ucap Wulan sambil menangis. “Lan ini Ibu Nak, apa yang terjadi” ucap Ayu menepuk bahu Wulan. Namun Wulan menghiraukannya Wulan masih saja ketakutan sambil menangis dan menutupi wajahnya . “Lan, ini Ibu Nak, ada apa,” ucap Ayu kembali meyakinkan. Setelah mendengar ucapan Ayu yang ke dua kalinya barulah Wulan yakin, bahwa itu benar-benar Ibunya, Wulan memberanikan diri membuka wajahnya dan menatapnya. “Bu...” Wulan dengan isak tangis. “Ada apa Lan, apa yang terjadi?” tanya Ayu dengan binggung. “Di-dia mengganggu Wulan lagi Bu!” Wulan gugup dan takut. “Dia? dia siapa Lan, coba jelaskan kepada Ibu dengan perlahan-lahan,” sahut Ayu yang berusaha menenangkan diriku. “Wanita itu Bu, wanita itu!” kata Wulan dengan lantang. “Wanita...? di mana...? tidak ada siapa-siapa di sini,” kata Ayu yang membuatnya tambah binggung. “Itu Bu, Wanita yang sering ulan lihat dan sering masuk ke dalam mimpi Wulan, Wanita misterius itu Bu,” ujar Wulan yang masih memeluk Ibunya. “Dengarkan ibu sayang, di sini hanya ada ibu dan kamu tidak ada siapa-siapa!” sahut Ayu meyakinkan Wulan. “Tapi tadi Wanita itu di sini Bu?” sahutnya kembali. “Dengarkan Ibu yah sayang, tidak ada Wanita itu di sini, hanya ibu dan dirimu saja,” kata Ayu dengan suara yang tegas. Wulan mulai terdiam dan menenangkan diri melihat sekeliling kamar, memastikan Wanita itu benar-benar tidak ada. “Bagaimana sayang apakah Wanita itu ada?” tanya ibu dengan lembut. “Tidak ada Bu.” “Ya sudah lanjutkan belajarmu saja Ibu ingin mandi sebentar,” ujar ibu. “Sudah selesai Bu, Wulan ikut Ibu ke kamar mandi,” pinta Wulan. “Ha...Ha...Ha...Ha, Wulan...Wulan... Ada-ada saja kamu, udah besar masa mau ikut ibu mandi. Kalau kamu merasa takut sayang lebih baik bersama Mbah terlebih dahulu sampai Ibu telah selesai mandi,” Ayu yang tertawa melihat tingkah anaknya yang sangat ketakutan. Setelah itu Wulan pun keluar dari kamarnya bersama ibunya, Ayu ibu Wulan bergegas pergi ke kamar mandi dan Wulan sendiri menemani Mbahnya yang sedang berada di dapur. Setelah beberapa menit kemudian Ayu telah selesai dan menuju kamar untuk beristirahat begitu pun dengan aku dan Mbah yang pergi meninggalkan dapur dan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. ** Keesokan pagi yang sangat cerah Wulan dan Ibu bersiap-siap, Wulan u yang ingin berangkat ke sekolah sedangkan Ayu yang ingin pergi bekerja. “Ayo Lan, kamu udah selesai,” ujar Ayu yang sedang menunggui diriku memasang dasi sekolah. “Udah kelar Bu,” sahut Wulan. Kami pun berangkat bersama-sama tidak lupa mencium tangan Mbah barulah keluar dari rumah. Kami seperti biasa berpisah di depan gang, dan seperti biasa juga Wulan bertemu dengan Indra yang menepuk bahuku. “Woii... Melamun aja, ada yang di pikirin Lan?” tegur Indra. “Eh kamu Ndra, mengagetkan saja,” sahut Wulan. “Habis kamu pagi-pagi melamun aja!” ujar Indra. “Aku ke pikiran kejadian tadi malam Ndra,” sahut Wulan sambil memikirkan Wanita misterius itu. “Memang ada apa sih Lan, jadi penasaran aku,” kata Indra dengan penasaran. “Wanita misterius itu mengganggu aku kembali Ndra, dan dia berkata ikut ibu Nak!” tutur Wulan yang menjelaskan ke jadian tadi malam. “Serius Lan?” tanya Indra yang ragu. “Iya serius sejak kapan aku pernah bohong sama kamu,” Wulan meyakinkan Indra. “Iya...ia... Aku percaya kok.” “Aku sebenarnya kurang yakin sih Lan, tapi saranku kamu lebih berhati-hati yah jangan tergoda dengan ucapannya apalagi terhasut,” Indra yang sedang memberitahu apa yang khawatirkan. “Ia Ndra, memang kenapa sih Ndra? kok aku jadi penasaran,” tanya Wulan dengan penasaran. “Entahlah aku takut kamu kenapa-kenapa,” sahut Indra. “Tenang Ndra buktinya aku masih masuk sekolah kok,” ujar Wulan sambil menyeringai. “Ye ... kalau di bilangan,” sahut indra agak kesal. Mereka berdua akhirnya tiba di sekolah dan menuju, kelas sambil menunggu lonceng berbunyi Wulan dan Indra pun berbincang-bincang dari awalnya aku menceritakan kejadian aneh di rumahku keris yang ada tiba-tiba hilang, dan Wanita misterius yang memanggil Wulan anak dan mengajaknya ikut bersamanya sampai misteri kematian Natta. Yang Wulan anggap masih janggal, dan kemungkinan hal itu yang membuat arwah Natta belum bisa tenang dan mengganggu di kelas. “Lan, bagaimana katanya mau memecahkan misteri kematian Natta?” tanya Indra. “Iya ini aku lagi berpikir Indra, oh iya bagaimana cara agar kita bisa masuk ke toilet yang di kunci itu?” tanya Wulan. “Buat apa?” sahut Indra yang penasaran. “Untuk mengambil sesuatu yang jatuh di sana sepertinya buah kalung Natta terjatuh di toilet itu dan sampai sekarang Ndra masih ada” ujar Wulan yang memberitahu Indra. “Kamu yakin Lan?” tanya Indra dengan sedikit ragu. “Ia aku yakin Ndra,” jawab Wulan dengan penuh keyakinan. “Ya sudah selepas pulang sekolah kita coba membukanya Lan,” tutur Indra. “Sip... Ndra” sahut Wulan dengan terseyum. Lonceng mulai berbunyi menandakan waktu belajar telah tiba.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN