Perkataan Dilara yang meluncur dari bibirnya sukses membuat Mahendra naik pitam, segala amarah ia lampiaskan pada Dilara yang meringis menahan kesakitan di titik tubuhnya. Bahkan Mahendra ikut terkena serangan kuku Dilara yang mencakar pungg*ng polosnya. Mata Dilara begitu sayu dan sembuh, Mahendra melepaskan tautan bibir sejenak, memandangi perhatiannya pada sosok Dilara yang sudah membuatnya tergila-gila. "Apa kamu menikmatinya, Dilara?" tanya Mahendra, masih belum menyingkir dari atas tubuh Dilara. Kepala Dilara malah mengangguk tanpa sadar, tak ayal Mahendra jadi senang. "Om ...." Dilara menghela napas dalam-dalam, mulai merasakan sesuatu yang hangat saat Mahendra mencapai titik pelepasannya. Mahendra menyingkir dan ambruk di samping Dilara dengan terengah-engah, peluh keringat me

