7. Zahra Sakit hati

1178 Kata
Bissmillahirrahmanirrahim "Aku hanya ingin kamu mengerti perasaanku. Perasaan yang sejak lama tumbuh dihati. Aku berharap, kamu menyadarinya, tapi aku salah. Kamu memang tidak benar-benar menyukaiku. Kamu hanya menganggapku sebagai sahabat. Padahal, aku menyayangimu lebih dari sahabat." -Zahra Naomi- Hijrah Bersamamu ⚠Ambil baik, buang buruknya! ⚠ *** Baru saja Zakki keluar dari kantin untuk masuk ke kelasnya, namun dia lupa membawa catatan yang dikasih oleh Satrio — adik kelasnya. Ia memutuskan untuk balik lagi ke ruang osis. Kebetulan jam istirahat telah selesai, semua murid-murid SMA Pelita Harapan berbondong memasuki ruang kelas masing-masing. Zakki berjalan di koridor sekolah, namun matanya tak sengaja menangkap pemandangan yang membuatnya panas. Entahlah, kenapa hatinya merasakan cemburu saat Zafira dekat dengan Bayu. Ya, Zakki tengah menatap dua insan yang saling nyaman dengan posisi Zafira menempelkan sebuah kepala di d**a bidang Bayu, sedangkan Bayu sesekali mengelus kepala Zafira yang tertutup hijab. Perasaan cemburu itu ada. Tapi, Zakki akan merahasiakan perasaannya. Cukup dia dan Allah saja yang tahu. Perihal perasaan, Zakki juga tak bisa menolak kepada siapa perasaannya tumbuh. Dia tak menyalahkan perasaannya yang tumbuh pada Zafira. Dari pada harus merasakan cemburu, akhirnya Zakki memutuskan untuk pergi ke ruang osis. Ruang osis sepi tak ada orang. Zakki masuk dan mencari catatan calon kandidat osis baru. Setelah menemukannya, ia kembali menutup pintu ruang osis. “Zakki ...” saat Zakki tengah menutup pintu itu, seorang perempuan menghampiri Zakki. Zakki menoleh ke arah suara dan melihat siapa yang memanggil namanya. “Zahra” kata Zakki heran. “Kamu habis apa?” tanya Zahra saat melihat Zakki memegang sebuah kertas. “Oh, ini abis ambil kertas catatan untuk calon kandidat,” ucap Zakki sambil mencoba kertas itu. “Oh ...” Zahra mengangguk paham. Kamu mau kemana? tanya Zakki balik. “Hmmm ... itu — Akuuu ... hemm, mau bilang sesuatu. Tapi nggak disini, ”katanya gugup. Zakki mengernyit bingung. “Kayaknya penting yah Zah?” Zakki mengerutkan alisnya. Zahra hanya mengangguk. Kemudian Zakki mengajak Zahra untuk duduk di pilar sekolah. “Ada apa?” tanya Zakki lagi. Dia penasaran tentang hal apa yang ingin Zahra katakan padanya. “Hemmmm ... A — aku ... aku cinta sama kamu Zak,” katanya sambil menunduk. Zakki kaget. Matanya menatap lekat wajah Zahra yang sedang menunduk malu. Kenapa bisa Zahra mengatakan itu? Tidak seharusnya dia perasaan perasaannya terhadap Zakki, bukan? “Sudah lama aku memendam perasaan ini sama kamu Zak, tapi kamu nggak pernah melihat aku. Sedikit pun kamu nggak pernah peka atas apa yang aku lakukan untuk kamu. Perhatian yang aku kasih ke kamu itu, apa belum cukup untuk melihat aku, Zakki aku cinta sama kamu, dan maaf kalau aku lancang sudah berbicara ini. Cuma ini satu-satunya cara agar kamu bisa peka terhadap perasaanku, ”Zakki tak tahu harus mengatakan apa. Dia juga bingung dengan perasaannya sendiri. Jujur saja, dia tidak memiliki perasaan apapun pada Zahra. Dia hanya sebatas sahabat tidak lebih. Mendengar perkataan Zahra, Zakki merasa iba melihat Zahra yang menahan isak tangisnya. “Zah ... maaf sebelumnya, kalau aku tidak pernah menaruh rasa padamu. Aku hanya menganggap kamu sahabat aku, tidak lebih. ” Zakki mencoba untuk tetap lembut agar tak membuat sakit hati Zahra. Tapi asalkan Zakki tahu, bahwa dengan dia mengatakan itu pun, hati Zahra sudah sakit. Sakit yang mendengar perkataan kalau Zakki tidak menaruh rasa apapun yang dikirim. Zahra tahu, mungkin ini akan memalukan untuk dirinya. Tapi, dengan begitu dia bisa menjadi lega. Karena sudah mengutarakan perasaannya pada Zakki. “Sudah kuduga Zak, bahwa kamu memang nggak memiliki perasaan sepertiku. Tapi setidaknya, aku bisa mengutarakan perasaanku. Aku permisi, ”kata Zahra sambil beranjak dari duduknya. Zakki duduk merenung. Pikirannya masih dipenuhi oleh perkataan Zahra barusan. Apa dia menyakiti hati Zahra? Entahlah ... Dia lebih memilih untuk memasuki kelasnya yang berada di pojok lantai atas. *** Pulang sekolah sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu, tapi Zafira masih menunggu seseorang di parkiran sekolah. Dia sedang menunggu Bayu, karena tadi mereka sudah janjian untuk pulang bersama. Zafira berdiri didepan mobil Bayu, tak lama kemudian yang ditunggu Zafira pun menutup batang hidungnya. Bayu yang sedang berjalan menuju Zafira dengan tasnya yang ia taruh di bahu kanannya, sedangkan tangan kanannya ia biarkan untuk menahan tas itu agar tetap di bahunya. “Hai…” sapa Bayu ketika mendapati Zafira yang tengah tersenyum ke arahnya. Hai! balas Zafira sambil melambaikan memberikan. Kemudian lanjutkan Bayu. “Sudah lama?” tanya Bayu. Belum kok, Zafira menggelengkan sebuah kepala. “Yaudah yuk, kita pulang!” ajak Bayu sambil menggandeng tangan Zafira. Sedangkan Zafira hanya tersenyum. *** Di tempat lain, seorang gadis berhijab tengah duduk di taman belakang rumah. Menahan tangis yang sedari tadi ia tahan. Dan pada akhirnya, air mata itu luruh seketika. Jika memang inilah takdirnya, bolehkah Zahra ingin dicintai oleh Zakki? Bolehkah dia egois sekarang? Dia menangis sesegukan di taman belakang, tanpa ada seorang pun yang berkata bahwa dirinya sedang patah hati. Dia tak bisa menahan perasaan ini terlalu lama. Dia juga ingin tahu perihal perasaan Zakki terhadapnya. Dan memang benar, Zakki hanya menganggapnya sebagai sahabat, tidak lebih. Bagusnya, Zahra mampu menahan air mata sejak Zakki berkata bahwa dia memang tidak memiliki perasaan apapun padanya. Sesak. Hatinya terlalu rapuh untuk disakiti. Ya Rabbi ... bolehkah Zahra hates Zakki? Tapi Zahra juga tidak bisa mengatur lelaki itu. Apa dirinya terlalu bodoh. Sebab, terlalu mencintai lelaki itu. Apakah dia saja yang terlalu berharap pada Zakki? Dan apakah salah dirinya berharap untuk dicintai oleh lelaki yang juga dia cintai. Dia ingin Zakki mengerti tentang perasaan ini. “Sakit hati bukan berarti aku harus mengalah. Aku harus selalu perjuangkan cintaku. Zakki, aku sangat mencintaimu. “Ucap Zahra dalam hati. Kenapa Zakki tak memiliki perasaan apapun padanya? Padahal dirinya mencintai Zakki tanpa syarat. Sejak mengenal lelaki itu, kehidupan Zahra menjadi lebih baik. Dulu, Zakki yang mendidik Zahra untuk berjilbab seperti sekarang. Walaupun belum Syar'ii tapi setidaknya dia akan belajar untuk menutup auratnya. “Zahra ... kamu tahu apa yang membuat wanita Muslimah itu istimewa?” tanya Zakki saat Zahra baru saja melafazkan dua kalimat syahadat yang didampingi oleh sang Papi. Zahra menggelengkan sebuah kepala. “Seorang wanita Muslimah akan terlihat istimewa ketika dia memakai jilbab yang menutupi seluruh tubuhnya. Sebab, dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 59 yang artinya; “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:" Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ". Yang demikian itu konflik mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” Tutur Zakki membuat Zahra terpukau. Sejak saat Zahra menaruh hati pada Zakki. “Subhanallah ...” tutur Zahra terpukau oleh perkataan Zakki. “Zahra, ketika kita mendengar atau melihat hal baik atau sesuatu yang indah, maka ucapkanlah 'Maasyaa Allah'. Tapi, jika kamu mendengar atau melihat yang tidak sesuai dengan keagungan Allah, maka ucapkanlah 'Subhanallah'. “Ucap Zakki. Dan lagi, Zahra berdecap kagum pada sosok lelaki yang ada didepannya. Perkataannya yang membuat Zahra menaruh hati pada sosok Zakki. Dia teringat kala Zakki menyaksikan dirinya yang mengucapkan dua kalimat syahadat. “Betapa beruntungnya wanita yang kamu cintai, Zakki ...” ucap Zahra pelan. Air matanya menetes melewati pipinya. Jika memang dia bukan jodohnya, maka Zahra akan selalu meminta maaf melalui Zakki melalui doa sepertiga malam. Aku hanya ingin kamu mengerti perasaanku. Perasaan yang sejak lama tumbuh dihati. Aku berharap, kamu menyadarinya, tapi aku salah. Kamu memang tidak benar-benar menyukaiku. Kamu hanya menganggapku sebagai sahabat. Padahal, aku menyayangimu lebih dari sahabat. ***  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN