Saling Terbuka

763 Kata
Ningrum POV Sambil nungguin hantaran makan malam, kami masih saling mendekap dalam diam "Mas..." "hmmm..." "Ceritakan tentang diri mas ke aku" "MMM... tentang apa.?" " Ya... semuanya tentang mas Putra..., Tentang masa kecilnya mas, masa remaja, dewasa, sampai terdampar di biluhu" "panjang ceritanya yang..." "Ihk... ceritainn.... aku mau tau semuanya termasuk tentang Pacar Mas" "hahaha...okey...okey... Mas baru tahu dibalik sifat lembut istriku ternyata dia galak juga ya..."ku toel-toel hidungnya dia berbalik menghadap ke arahku "ceritakan dengan santai saja. Ning punya banyak waktu untuk mendengarkan. kalau mas cape, nanti dibikin kayak sinetron saja. ada cerita bersambung nya" guraunya. "baiklah...episode pertama..." "mas lahir dan besar di Surabaya. orang tua mas, bapak seorang dokter, ibu profesinya bidan sama seperti kamu. Mas punya kakak perempuan yang usianya terpaut 4 tahun punya namanya Mba Mia, dia ikut suami tinggal di Bandung. Mba Mia punya dua anak. yang sulung Usianya 7 tahun dan yang bungsu sekarang usianya 3 tahun. Mas di Surabaya tinggal serumah dengan ibu bapak. sejak kecil mas hidup selayaknya anak seperti biasanya, dapat limpahan kasih sayang dari seluruh anggota keluarga. lulus Sekolah dasar, mas memaksa ibu untuk mengizinkan mas Mondok. Awalnya ibu tidak setuju dengan alasan tak ingin jauh dari mas, mas masih terlalu kecil, makannya gimana dan banyak lagi kekhawatiran ibu. tapi akhirnya mas di izinkan juga oleh ibu. akhirnya mas mondok di Gontor selama 6 tahun. Di pondok Mas ketemu sama Bagas. Kami berteman sejak kelas 1 MTS hingga kuliahpun kami sekampus. Saat masuk perguruan tinggi, mas memilih fak kedokteran karena desakan dari Bagas, padahal mas waktu itu ga ada minta untuk jadi dokter, cukup orang tua mas saja yang berkecimpung di dunia kesehatan. Mas maunya jadi seniman saja. akhirnya dengan segala bujuk rayu Bagas, maspun memantapkan hati masuk kedokteran. Semester awal mas dekat dengan seorang Mahasiswa kedokteran juga Namanya Intan. singkat cerita kamipun pacaran. kami saling mencintai" "pasti dia cantik dan baik Samapi mas segitu jatuh cintanya pada mba Intan" potongku "jangan cemburu.... masih mau lanjut atau tidak ha?..." "hehehe... lanjut dong mas, anggap tadi hanya iklan" "kami adalah pasangan romantis, tapi hanya sebatas pacaran. tak ada m***m-mesuman. Mas sangat menghargai dia. Mas ingin menjaganya. mas tidak ingin merusaknya. Pacaran kami hanya sebatas pelukan dan ciuman. Mas ingin menikahinya tapi mas tidak pernah kurang ajar padanya. Mas ingin merasakan malam pertama yang sesungguhnya setelah menikah. Kolot memang... tapi itulah prinsip mas. mas ga mau mengecewakan ibu dengan melakukan zinah. Saat sibuk-sibuknya skripsi, mba Mia masuk Rumah Sakit dan tak sadarkan diri karena ada penggumpalan darah di otaknya. mas pun pamit meninggalkan intan menuju Bandung untuk membantu gantian menjaga mba Mia. Hari ke 2 mba Mia sadar, dan mas pamit pulang ke Surabaya tanpa memberitahu intan, karena mas ingin memberikan surprise di ulang tahunnya. singkat cerita mas kembali ke Surabaya berniat langsung ke apartemennya. sebelum ke apartemen, mas mampir ke butik beli gaun buat Intan, mampir juga di toko perhiasan mengambil cincin lamaran yang jauh hari sebelumnya sudah mas pesan. mas Tiba di apartemen menjelang magrib. saat mas tiba, pintu apartemen tidak dikunci, makanya mas bisa langsung masuk. hfff... saat sudah di dalam apartemen dalam keadaan gelap. mas pikir Intan ketiduran dan lupa menyalakan lampu atau malas menyalakan lampu. mas mengendap - negandap untuk memberikan surprise. mas mendekati kamarnya. saat semakin mendekat, mas mendengar sayup-sayup desahan dari kamar seperti selayaknya orang yang sedang bercinta. mas berfikir Intan lagi nonton film bokep, saking seriusnya tak menyadari kedatangan mas. saat pintu terbuka mas melihat siluet orang yang sementara bercinta. mas mencari saklar lampu dan mas menyalakannya . dengan mata kepala mas sendiri,.mas melihat sahabat dan kekasih masih dalam keadaan telanjang bulat dengan posisi dogi stile" kutatap iba matanya. erat-erat kupeluk dirinya untuk memberikan kekuatan. dan Mas Putra membalas pelukanku " sejak saat itu mas memutuskan hubungan dengan mereka berdua. mas kecewa, mas marah. samapai selesai wisuda sarjana kedokteran, terus lanjut Koas, mas selalu menghindari mereka berdua. mas memblokir semua akses terhadap mereka berdua. hingga 4 bulan lalu setelah pengambilan sumpah dan penyelesaian administrasi mas dapat info tentang lowongan dokter PTT daerah terpencil, dan akhirnya mas ikut. Dan sekali lagi ibu tidak setuju dengan keputusan mas. tapi dengan segala bujuk rayu akhirnya ibu setuju. ya...akhirnya mas ada di sini di depanmu" kukecup keningnya sebagai tanda selesainya kisahku. Dan tak berapa lama makanan yang kami pesanpun tiba. "mas...banyak sekali makanannya. siapa yang akan memakannya? mas mengundang orang lain untuk menghabiskan ini semua? katanya hanya pesan gulai kambing..." protesku manyun. "ini buat kita berdua. untuk mengganti tenaga yang sudah terbuang tadi, dan sebagai persiapan untuk ronde--ronde berikut ?" " meee....suuuuummmmm" dan dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak... CK..ck...Mas...mas... mesumnya naudjubillah...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN