Ananda Rhea Prahadi "Kamu udah bangun kan? Nanti kerjanya kesiangan. Nenk ... nenk ... nenk." Cara membangunkan Ibu yang paling ampuh itu ya kaya gitu. Nggak ada nada teriakan yang memekakan telinga, atau siraman air cantik yang akan membuat seluruh badan menjadi basah-basah manja. Cukup dengan terus mengetuk pintu kamar, dan memanggil namamu tanpa jeda sampai aku menjawab. "Iya Bu, Nenk udah bangun. Sebentar!" Barulah setelah itu terasa damai dan tentram. Aku melirik pada jam dinding yang berada tepat di depan pandanganku. Pantas saja Ibu tak berhenti membangunkanku. Ini sudah jam enam pagi. Dan aku masih berada di bawah selimut. Mataku berat, tubuhku sakit. Jam empat pagi aku baru bisa memejamkan mata. Terhitung sekarang, berarti aku baru tidur selama dua jam. Headseat masih terpas

