Gudang Panas

1405 Kata

Rehan Aditya Hari ini aku kembali ke Pantry. Orang-orang yang kemarin posisinya ku gantikan telah kembali. Ini lebih baik, setidaknya aku tidak harus berpapasan dengan Nanda saat ini. Jelas aku belum siap. Aku tidak menangis. Pantang bagi seorang pria untuk menangis, apalagi karena cinta. Aku hanya tidak tidur semalaman. Konyol nggak? Kalau ku bilang, aku menunggu Nanda menghubungiku. Jadi semalam setelah minum kopi dan mendengarkan rentetan cerita dari Ican yang tanpa jeda serta sudah tidak bisa ku ancam, aku bergegas pulang. Meski Bang Ridan belum kembali seperti semula setelah insiden malam itu, setidaknya beliau kini mau menyapaku. Aku tidak melepaskan ponsel dari charger hanya karena takut Nanda tiba-tiba menghubungiku dan baterainya habis. Jantungku selalu berdetak lebih cepat sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN