Fatal

1119 Kata

Rehan Aditya Bagaimana aku harus memulai cerita dalam pikiran yang kalut. Hatiku sakit, jiwaku terbelah, dan belahan itu kini bersama orang lain. Dengan tarikan nafas kasar yang berkali-kali ku hembuskan, aku membiarkan dia. Ananda Rhea Prahadi pulang bersama Allan. Tanganku mengepal, sementara kakiku mengayun, menendang udara di sekitar. Karena aku masih cukup waras untuk tidak menyakiti diri sendiri. Semua ini membuatku lelah. Status apa yang sedang ku jalani. Apa seorang wanita pernah memiliki pemikiran selebay diriku saat ini. Bucin? Atau b***k cinta. Rasanya kini pas bersanding di belakang namaku. Dalam gelapnya malam, aku masih diam di depan parkiran Resto, sementara yang lain sudah pulang. Security sedang berkeliling mengecek keamanan Resto. Aku disini memandangi kendaraan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN