Me-Ni-Kah

1050 Kata

Rehan Aditya Aku mengerjap setelah beberapa saat berada di alam mimpi. Hal pertama yang ku lihat adalah Nanda yang kini terlelap di sampingku dan menjadikan lenganku sebagai bantal. Sebuah pemandangan yang menghangatkan hati namun juga seperti belati yang menyayat perasaanku dengan tajam. Hari mulai menjelang petang saat aku melirik ke jendela yang tirainya tak tertutup sejak siang. Perlahan-lahan aku menggeser kepala Nanda, mengganti lenganku dengan bantal sungguhan, kemudian menarik selimut yang sudah sebagian terbuka untuk memutupi tubuhnya yang masih polos. Membuat setiap potret adegan demi adegan hadir bergantian dalam benakku. Aku mengecup keningnya beberapa saat dalam rasa cinta, sayang dan bimbang. Breng*eknya kau ini Rehan. Dosa itu memang indah di awal dan menyesalkan di akh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN