Selamat Datang Patah hati

1259 Kata

Allan Rahardian Aku terbangun dengan kepala yang masih amat pening. Pandanganku setengah kabur, bersamaan tubuhku yang lunglai. Aku sedang berada kamar Topan, kawanku dari divisi dishwasher. Dia tinggal sendiri di kamar kos nya. Di usia yang bisa dibilang tergolong muda, ia sudah menyandang status duda. Kamarnya berantakan. Majalah, CD, Stick PS, bahkan celana dalam bertebaran di mana-mana. Para gadis akan menjerit jika bermalam di tempat yang lebih baik ku sebut kandang. Tapi aku hampir tidak memiliki pilihan tempat bernaung semalam. Kondisiku yang sudah mabuk parah karena minum beberapa botol bir, membuatnya bingung. Jika dia mengantarku pulang, maka orang tuaku akan banyak bertanya atau mungkin justru akan menyalahkannya. Aku bukan peminum yang baik. Bahkan hampir tak pernah meminum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN