Allan Rahardian "Ehmm Vin ..." Sepertinya ide konyol baru saja terlintas di kepalaku. Di depanku ada Vina kan? Nggak susah untuk mengajak Vina bermain-main. Tipe cewek yang haus perhatian seperti dia ini hanya perlu diberi sedikit perhatian. "Nanti siang, kamu mau nggak? Makan bareng di kantin?" Aku bertanya pada Vina, tapi pandanganku masih tetap mengarah pada Nanda. Menunggu reaksinya, padahal aku yakin, Nanda tidak akan bisa mendengar dialogku dengan Vina dari sana. Aku menunggu reaksi dari Nanda, tapi malah Vina yang sepertinya nampak kegirangan. Ia mengangguk ngangguk dengan kilat, seperti ada peer di dalam lehernya. Nanda tak lagi melihat ke arahku, ia kini sibuk bercengkrama dengan Dion. Sepertinya apapun urusanku, Nanda memang tidak akan pernah memperdulikannya lagi. Dan sek

