Allan Rahardian Malam ini seperti biasa, pekerjaan di Departemen kitchen sangat padat menjelang jam close order. Semua kompor dan mesin beroperasi. Orang- orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Aku sedang merapihkan peralatan kerja, sembari hilir mudik mengecek Ikan Gurame berukuran besar yang kini sedang berenang di dalam wajan penggorengan. "Allan, awas lupa, yang itu saus asem manisnya di pisah," kata Pak Rudy mengingatkanku. Ia juga sedang menjungkir balikkan wajan, memasak menu makanan yang lain. Di ujung meja Cheker, Nanda masih terlihat bersemangat. Berteriak-teriak menyebutkan menu yang harus kami siapkan. Semangatnya menyebar ke seluruh ruangan, membuat kami bersorak antara lelah tapi juga tetap ingin segera menyelesaikam semuanya agar bisa cepat pulang. Aku menangkap

