Curahan Hati

1174 Kata

Allan Rahardian Keringatku mengucur di udara yang letih. Mendorong motor melewati tanjakan yang lumayan panjang ternyata melelahkan. Vina sama sekali tidak membantu. Aku yakin jika dia punya pilihan lain, mana mau dia repot-repot menemaniku berjalan. Setelah setengah mati menahan rasa malu karena bertemu Rehan dan Nanda tadi, akhirnya kami sampai juga di bengkel. Kesialan lain datang saat Si Amang bengkel itu berkata kalau ban motorku sudah tidak terselematkan dan harus di ganti. Awal tahun yang harusnya penuh dengan mimpi indah jadi kacau balau begini. Tapi mau bagaimana lagi? Dengan terpaksa ya aku nurut saja. Jika tidak, ya aku tidak bisa pulang. Meski Vina ini menyebalkan, aku sebagai lelaki sejati juga menaruh rasa kasihan padanya. Aku melepaskan jaket jeans yang kugunakan. Lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN