Salah Besar

1116 Kata

Ananda Rhea Prahadi Aku dan Rehan duduk di sofa. Ia tampak mengacak ngacak rambutnya sendiri, setelah melepaskan tanganku. Terlihat amat frustasi. Apa hanya karena kehilanganku beberapa menit bisa membuatnya sekacau ini. Terlalu berlebihan nggak sih? Kenapa jadi seperti aku yang sedang membuat kesalahan, padahal kan aku korban. "Kamu kenapa ngilang sih tadi. Aku bener-bener takut kamu kenapa-napa. Aku tanya sama semua orang yang kutemui, nunjukin foto kamu kaya orang ilang. Dan memang benar kamu hilang," katanya mencairkan sepi yang terjadi. "Aku memang seharusnya hilang dari hidup kamu Han. Cewek itu lebih cocok sama kamu," jawabku tanpa ragu, namun sesak. Rehan berhenti mengacak-ngacak rambutnya. Lantas mengalihkan perhatiannya padaku. Aku nggak sanggup liat wajahnya, jadi aku memal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN