Lintang melangkah santai menyusuri trotoar menuju rumahnya sendiri setelah urusan di kediaman Tante Laras selesai dengan cepat. Dira sedang tidak ada di rumah karena harus bekerja kantoran—berbeda dengan Lintang yang memiliki kemewahan bekerja dari mana saja sebagai penulis fiksi yang fokus pada narasi karakter kompleks. Langkah Lintang mendadak melambat saat ia mendekati gerbang rumah nomor 12. Di sana, Dewa sedang berdiri di dekat pagar, seolah-olah sedang menunggu sesuatu atau mungkin memang sengaja berada di sana. Saat jarak mereka hanya tinggal beberapa meter, mata tajam Dewa langsung mengunci pergerakan Lintang. Tatapannya dingin, intens, dan seolah membawa beban ribuan kata yang tertahan di tenggorokan. Namun, tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir pria itu. Dewa hanya ber

