Vespa kuning Lintang melaju pelan memasuki gerbang kompleks perumahannya. Udara pagi yang mulai menghangat tidak melunturkan keramahan khas warga komplek di sana. Di kanan-kiri jalan, beberapa ibu rumah tangga tampak sedang menyapu halaman atau sekadar menyiram tanaman hias sembari bertukar gosip pagi. "Monggo, Bu," sapa Lintang dengan nada sopan sambil sedikit menganggukkan kepala setiap kali melewati rumah tetangganya. "Pinarak, Mbak Lintang!" sahut seorang ibu yang tengah sibuk memotong dahan kering di depan rumahnya. "Matur nuwun, Bu! Lanjut riyin (Lanjut dulu)!" balas Lintang setengah berteriak agar suaranya tidak tenggelam oleh deru mesin motornya. Begitu sampai di depan pagar rumahnya yang asri, Lintang memutar kemudi masuk ke area carport. Ia memarkirkan Vespanya dengan presisi

