Seminggu telah berlalu sejak insiden "penculikan manis" ke mal itu, dan anehnya, atmosfer di sekitar rumah Lintang mendadak berubah sunyi. Dewa, yang biasanya muncul secara tidak terduga di balkon atau sekadar lari pagi dengan kaos putih yang meresahkan, seolah hilang ditelan bumi. Mobil SUV hitamnya memang sesekali terparkir di garasi, tapi sosok pria itu sendiri seakan-akan ditarik kembali ke dalam dunianya yang misterius. Kondisi ini ternyata berdampak buruk pada konsentrasi Lintang. Penulis yang biasanya produktif itu kini lebih sering menatap layar kosong atau, seperti pagi ini, melamun di halaman samping rumah. Lintang berdiri mematung memegang selang air. Tatapannya kosong lurus ke depan, tepatnya ke arah jendela kamar lantai dua milik Dewa yang tertutup rapat oleh gorden abu-abu.

